Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 08.41 WIB

Seni Tidak Peduli: 8 Cara Sederhana Menjalani Hidup Lebih Tenang Damai dan Bahagia Tanpa Beban

Ilustrasi hidup lebih tenang dan bahagia (freepik/jcomp) - Image

Ilustrasi hidup lebih tenang dan bahagia (freepik/jcomp)

JawaPos.com - Sepanjang hidupnya, penulis The Considered Man, Lachlan Brown pernah percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai jika ia melakukan segalanya dengan sempurna.

Ia berusaha mengatakan hal yang tepat, mengambil keputusan terbaik, dan memastikan dirinya disukai serta dihormati oleh orang lain.

Namun tanpa disadari, kebiasaan untuk terus mengontrol hidup—termasuk bagaimana orang lain memandang dirinya—justru perlahan menguras kebahagiaan itu sendiri.

Baru setelah mempelajari psikologi, mendalami mindfulness, dan melalui berbagai kesalahan hidup, Lachlan menyadari satu hal penting: kebahagiaan sering kali muncul saat seseorang berhenti terlalu peduli.

Bukan berarti menjadi acuh tak acuh atau egois, melainkan belajar memilah mana yang layak dipikirkan dan mana yang sebaiknya dilepaskan. Dari situlah lahir konsep “seni tidak peduli” yang membebaskan pikiran tanpa mengeraskan hati.

Dilansir dari The Considered Man, berikut ini adalah delapan cara sederhana yang bisa membantu siapa pun mempraktikkan seni tersebut dan menjalani hidup yang lebih bahagia.

1. Berhenti Berusaha Disukai Semua Orang

Salah satu sumber kelelahan emosional terbesar adalah keinginan untuk diterima oleh semua orang.

Lachlan Brown memahami bahwa semakin seseorang mencoba menyenangkan semua pihak, semakin besar pula tekanan batin yang dirasakan.

Dalam psikologi, sikap people-pleasing sering dikaitkan dengan kecemasan, stres, bahkan rasa dendam yang terpendam. Ketika harga diri bergantung pada validasi orang lain, pikiran tidak pernah benar-benar tenang.

Faktanya, tidak peduli sebaik apa seseorang bersikap, selalu ada kemungkinan ia disalahpahami atau tidak disukai. Ini bukan kegagalan pribadi, melainkan bagian dari realitas sosial.

Ketika seseorang berhenti memaksakan diri untuk disukai semua orang, ia justru menjadi lebih autentik. Dan secara ironis, keaslian inilah yang membuatnya lebih dihargai oleh orang-orang yang tepat.

2. Lepaskan Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Banyak orang menghabiskan energi mental untuk memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore