
seseorang yang memperhatikan saat orang lain berbicara./Freepik/freepik
JawaPos.com - Manusia bisa mengganti pakaian, gaya bicara, aksen, bahkan lingkungan pergaulan. Tapi ada satu hal yang jauh lebih sulit disamarkan: pola bahasa dan referensi kultural yang terbentuk sejak kecil.
Kata-kata tertentu bukan sekadar bahasa — mereka adalah jejak pengalaman hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 9 kata/ungkapan yang sering secara tidak sadar membuka “asal kelas sosial” seseorang, bahkan ketika mereka berusaha keras tampil netral atau “naik kelas”:
1. “Orang biasa”
Kalimat seperti:
“Saya cuma orang biasa.”
Biasanya bukan sekadar kerendahan hati, tapi refleksi posisi sosial.
Orang dari kelas mapan cenderung berkata:
“Saya hidup sederhana.”
Sedangkan “orang biasa” lebih sering lahir dari pengalaman hidup tanpa privilese struktural.
2. “Yang penting kerja dulu”
Fokus pada bertahan hidup, bukan aktualisasi diri.
Kelas pekerja cenderung berbicara soal:
stabilitas
penghasilan tetap
keamanan ekonomi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022