
seseorang yang berbisik
JawaPos.com - Pernahkah kamu tanpa sadar berbisik, “maaf,” saat kaki menyenggol meja, siku menyentuh pintu, atau ponsel terjatuh dari genggaman tanganmu?
Padahal jelas-jelas benda mati itu tidak bisa mendengar, apalagi merasa tersinggung. Namun, kebiasaan kecil ini ternyata bukan sekadar refleks lucu atau kebiasaan aneh semata.
Menurut psikologi, tindakan sederhana seperti meminta maaf pada benda mati bisa menjadi jendela kecil untuk melihat dunia batin seseorang.
Ia mencerminkan cara berpikir, cara merasakan, dan cara individu berhubungan dengan dunia di sekitarnya.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (16/1), orang-orang seperti ini sering kali memiliki karakter yang lembut, empatik, dan penuh kesadaran sosial, meski kadang tak mereka sadari sendiri.
Lalu, apa saja ciri kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang yang spontan berkata “maaf” kepada barang yang mereka tabrak? Berikut tujuh di antaranya, dijelaskan dari sudut pandang psikologi.
1. Memiliki Empati yang Tinggi
Ciri paling menonjol dari kebiasaan ini adalah empati yang kuat. Orang dengan empati tinggi terbiasa mempertimbangkan “perasaan” pihak lain, bahkan ketika pihak tersebut sebenarnya tidak bernyawa.
Secara psikologis, ini menunjukkan bahwa otak mereka sudah terlatih untuk merespons kesalahan dengan kepedulian, bukan dengan sikap defensif atau acuh. Empati mereka bekerja otomatis, melampaui batas logika rasional.
Dalam kehidupan sosial, orang seperti ini cenderung peka terhadap suasana hati orang lain dan jarang bersikap kasar, baik secara verbal maupun nonverbal.
2. Kesadaran Diri yang Baik (High Self-Awareness)
Mengucapkan “maaf” pada benda mati juga menandakan tingkat kesadaran diri yang cukup tinggi. Mereka langsung menyadari bahwa tindakan mereka—meskipun tidak disengaja—telah menyebabkan “gangguan”, sekecil apa pun itu.
Dalam psikologi, self-awareness adalah fondasi penting bagi kecerdasan emosional.
Orang yang sadar diri biasanya mampu mengevaluasi tindakannya, memahami dampaknya, dan tidak segan mengakui kesalahan.
Kebiasaan kecil ini mencerminkan pola pikir yang bertanggung jawab, bahkan dalam situasi yang tidak menuntut pertanggungjawaban apa pun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022