Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Januari 2026 | 00.49 WIB

Orang yang Jarang Hadir dalam Kehidupan Seringkali Menunjukkan 8 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang jarang hadir dalam kehidupan./Freepik/freepik - Image

seseorang yang jarang hadir dalam kehidupan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Tidak semua kehadiran diukur dari seberapa sering seseorang terlihat secara fisik. Ada orang-orang yang secara teknis “ada”, namun terasa jauh.

Mereka jarang muncul saat dibutuhkan, sulit dijangkau secara emosional, atau hanya hadir sepintas lalu dalam hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (15/1), menurut psikologi perilaku ini sering kali bukan karena niat buruk, melainkan hasil dari pola pikir, pengalaman masa lalu, dan mekanisme perlindungan diri yang bekerja tanpa disadari.

Orang yang jarang hadir dalam kehidupan orang lain—baik sebagai teman, pasangan, anggota keluarga, maupun rekan—cenderung menunjukkan pola perilaku tertentu.

Pola ini berulang, konsisten, dan sering kali luput dari kesadaran mereka sendiri. Berikut delapan perilaku yang paling umum muncul.

1. Merasa Cepat Lelah secara Emosional

Secara psikologis, kehadiran bukan hanya soal waktu, tetapi juga energi emosional. Orang yang jarang hadir sering merasa cepat terkuras ketika harus terlibat secara mendalam dengan orang lain.

Percakapan panjang, konflik kecil, atau kebutuhan emosional orang lain bisa terasa sangat melelahkan.

Akibatnya, mereka memilih menarik diri bukan karena tidak peduli, tetapi karena tidak tahu bagaimana mengelola kelelahan emosional tersebut.

Ini sering berkaitan dengan emotional burnout atau pengalaman masa lalu yang membuat mereka terbiasa “menutup diri” sebagai bentuk bertahan.

2. Menunda Respons dan Menganggapnya Hal Biasa

Membalas pesan berhari-hari kemudian, lupa menepati janji kecil, atau menghilang tanpa penjelasan sering dianggap sepele oleh mereka.

Dalam pikiran mereka, hubungan tidak langsung rusak hanya karena keterlambatan atau ketidakhadiran sesaat.

Namun menurut psikologi sosial, pola ini menunjukkan rendahnya relational attunement—kemampuan menyadari dampak perilaku kita terhadap perasaan orang lain.

Mereka tidak berniat menyakiti, tetapi juga tidak cukup sadar bahwa kehadiran yang konsisten adalah bentuk kepedulian yang nyata.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore