
seseorang yang menua dengan bahagia./Freepik/Lifestylememory
JawaPos.com - Menua adalah keniscayaan. Namun, menjadi bahagia di usia yang bertambah adalah pilihan—dan pilihan itu tercermin dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Psikologi modern telah lama mengamati fenomena menarik ini: mengapa ada orang yang semakin berumur justru semakin tenang, bijaksana, dan hangat, sementara yang lain tampak makin sinis, mudah marah, dan pahit terhadap hidup?
Jawabannya jarang terletak pada faktor besar seperti kekayaan atau status sosial. Sebaliknya, perbedaannya muncul dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, tetapi secara perlahan membentuk cara seseorang memaknai hidup, waktu, dan dirinya sendiri.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (3/1), terdapat delapan kebiasaan yang, menurut psikologi, menjadi garis pemisah antara orang yang menua dengan bahagia dan mereka yang sekadar menua secara biologis.
1. Mereka Berdamai dengan Waktu, Bukan Melawannya
Orang yang menua dengan bahagia tidak terobsesi untuk “tetap muda”. Mereka tidak terus-menerus meratapi masa lalu atau memusuhi keriput dan perubahan tubuh. Dalam psikologi, ini disebut acceptance—kemampuan menerima realitas tanpa menyerah pada keputusasaan.
Sebaliknya, mereka yang pahit sering hidup dalam perlawanan terhadap waktu. Setiap perubahan terasa seperti ancaman, bukan proses alami. Perlawanan ini menguras energi emosional dan memupuk rasa frustrasi yang kronis.
2. Mereka Memelihara Rasa Syukur, Bukan Daftar Keluhan
Kebiasaan bersyukur terbukti secara psikologis meningkatkan kesejahteraan emosional. Orang yang menua dengan bahagia melatih diri untuk melihat apa yang masih dimiliki, bukan hanya apa yang telah hilang.
Sementara itu, orang yang semakin pahit cenderung memulai hari dengan keluhan: tubuh yang tidak lagi kuat, dunia yang “tidak seperti dulu”, atau orang-orang yang dianggap semakin tidak menghargai mereka. Fokus yang terus-menerus pada kekurangan secara perlahan mempersempit kebahagiaan.
3. Mereka Tetap Ingin Belajar, Bukan Merasa Sudah Paling Tahu
Salah satu tanda penuaan yang sehat secara psikologis adalah growth mindset. Orang yang menua dengan bahagia tetap terbuka pada ide baru, sudut pandang berbeda, dan pembelajaran—baik dari buku, pengalaman, maupun generasi yang lebih muda.
Sebaliknya, kepahitan sering muncul dari sikap mental “zaman saya dulu lebih benar”. Ketika seseorang berhenti belajar, dunia terasa semakin asing dan mengancam, bukan menarik.
4. Mereka Mengelola Emosi, Bukan Menyimpannya
Psikologi menunjukkan bahwa emosi yang ditekan terlalu lama akan keluar dalam bentuk sinisme, kemarahan pasif, atau kepahitan. Orang yang menua dengan bahagia terbiasa mengenali perasaannya, membicarakannya, atau menyalurkannya dengan cara sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022