
seseorang yang jarang mengharapkan kabar baik./Freepik/user25451090
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa cemas bahkan sebelum sesuatu yang baik benar-benar terjadi? Alih-alih berharap, hati justru bersiap untuk jatuh.
Padahal belum tentu hasilnya buruk. Namun, pikiran Anda sudah lebih dulu menyiapkan tameng: jangan terlalu berharap agar tidak terlalu sakit.
Dalam psikologi, pola ini bukan sekadar pesimisme biasa. Ia sering disebut sebagai learned disappointment—sebuah kondisi di mana seseorang belajar, melalui pengalaman hidup, bahwa berharap terlalu tinggi hanya akan berujung kecewa.
Akhirnya, harapan diperkecil, emosi ditahan, dan kebahagiaan ditunda, bahkan sebelum kabar baik sempat mengetuk pintu.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (20/12), jika Anda mendapati diri melakukan hal-hal berikut ini, bisa jadi Anda tanpa sadar telah melatih diri untuk selalu mengantisipasi kekecewaan.
1. Anda Selalu Mengatakan “Jangan Terlalu Berharap”
Kalimat ini terdengar bijak, dewasa, dan realistis. Namun menurut psikologi, ketika diucapkan terlalu sering, ini bisa menjadi mekanisme pertahanan emosional.
Alih-alih melindungi diri, Anda justru menekan potensi kebahagiaan. Pikiran belajar bahwa berharap adalah sesuatu yang berbahaya, sehingga lebih aman jika ekspektasi selalu direndahkan. Akibatnya, bahkan kabar baik pun terasa hambar karena Anda sudah lebih dulu mematikan antusiasme.
2. Anda Membayangkan Skenario Terburuk Sebagai “Persiapan Mental”
Mempersiapkan diri memang penting, tetapi jika setiap peluang selalu disambut dengan pikiran “pasti gagal”, itu bukan lagi persiapan—melainkan latihan untuk kecewa.
Psikologi menyebut ini sebagai defensive pessimism. Otak mencoba mengurangi rasa sakit di masa depan dengan mencicipi rasa kecewa lebih awal. Ironisnya, kebiasaan ini justru meningkatkan kecemasan dan menurunkan kepercayaan diri.
3. Anda Sulit Merayakan Kabar Baik Orang Lain
Saat orang lain mendapatkan hal baik, Anda ikut tersenyum, tetapi di dalam hati muncul pikiran: “Sebentar lagi pasti ada masalah” atau “Itu tidak akan bertahan lama.”
Ini bukan iri, melainkan cerminan dari keyakinan bawah sadar bahwa kebahagiaan bersifat sementara dan selalu diikuti kekecewaan. Pikiran Anda telah belajar bahwa kegembiraan hanyalah jeda singkat sebelum jatuh berikutnya.
4. Anda Menunda Rasa Senang Sampai Semuanya Benar-Benar Aman
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
