Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Desember 2025 | 16.45 WIB

Jika Anda Berusia di Atas 60 Tahun dan Masih Melakukan 8 Hal Ini, Anda Menjaga Martabat Anda Lebih Baik daripada Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

seseorang yang masih menjaga martabat di usia tua./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang masih menjaga martabat di usia tua./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Usia 60 tahun ke atas sering kali dipersepsikan sebagai masa “pelambatan”.

Banyak orang mengaitkannya dengan penurunan fisik, ketergantungan, atau berkurangnya peran sosial.

Namun psikologi modern memandang usia lanjut secara berbeda: bukan soal apa yang berkurang, melainkan bagaimana seseorang menjaga martabat dirinya di tengah perubahan hidup yang tak terelakkan.

Martabat bukan tentang kekayaan, jabatan, atau pengakuan orang lain. Ia tercermin dari cara seseorang bersikap terhadap dirinya sendiri, terhadap waktu, terhadap orang lain, dan terhadap kenyataan hidup.

Menurut berbagai pendekatan psikologi perkembangan dan psikologi positif, ada perilaku-perilaku sederhana namun bermakna yang menjadi penanda kuat bahwa seseorang menua dengan utuh dan bermakna.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (18/12), jika Anda berusia di atas 60 tahun dan masih melakukan delapan hal berikut, besar kemungkinan Anda menjaga martabat diri Anda lebih baik daripada kebanyakan orang.

1. Anda Tetap Menghargai Diri Sendiri Tanpa Membandingkan dengan Masa Lalu

Salah satu jebakan psikologis di usia lanjut adalah hidup dalam bayang-bayang kejayaan masa lalu. Namun orang yang menjaga martabatnya mampu berkata dalam hati, “Aku mungkin tidak sekuat dulu, tetapi aku tetap berharga hari ini.”

Psikologi menyebut ini sebagai self-acceptance, kemampuan menerima diri secara utuh—termasuk keterbatasan. Anda tidak merendahkan diri karena usia, dan tidak pula terjebak dalam nostalgia yang menyakitkan. Anda berdamai dengan versi diri saat ini, dan itulah tanda kedewasaan emosional yang tinggi.

2. Anda Masih Mau Belajar, Meski Bukan untuk Mengejar Prestasi

Belajar di usia 60-an bukan tentang ijazah atau pengakuan. Ini tentang menjaga pikiran tetap hidup. Entah itu membaca, mempelajari teknologi sederhana, memahami hal baru dari cucu, atau sekadar mendengarkan sudut pandang berbeda.

Menurut psikologi kognitif, curiosity yang tetap terjaga adalah penanda kuat kesehatan mental. Orang yang mau belajar menunjukkan bahwa ia tidak menutup diri terhadap dunia. Ia berkata pada hidup, “Aku masih ada, dan aku masih tumbuh.”

3. Anda Tidak Memaksakan Diri untuk Selalu Benar

Martabat sejati tidak lahir dari kebutuhan untuk menang dalam setiap percakapan. Justru orang yang matang secara psikologis tahu kapan harus berbicara, dan kapan harus mendengarkan.

Jika Anda mampu berkata, “Mungkin saya keliru,” atau “Pendapatmu masuk akal,” Anda menunjukkan kerendahan hati kognitif—salah satu tanda kebijaksanaan menurut psikologi perkembangan. Di usia lanjut, ini adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore