
seseorang yang pikirannya tetap tajam hingga usia tua./Freepik/freepik
JawaPos.com - Seiring usia bertambah, banyak orang menganggap menurunnya ketajaman pikiran adalah sesuatu yang tak terhindarkan.
Namun psikologi modern menunjukkan hal yang berbeda: penurunan kognitif bukanlah “nasib”, melainkan hasil pola kebiasaan.
Menariknya, studi pada populasi lansia yang tetap aktif secara mental hingga usia 80—bahkan 90—tahun menemukan pola unik.
Mereka bukan hanya melakukan hal-hal tertentu untuk menjaga otak tetap optimal… tetapi juga menghentikan beberapa kebiasaan yang diam-diam mempercepat penuaan kognitif.
Berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan ini di usia 60-an terbukti membantu mempertahankan kejernihan berpikir, daya ingat yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan dengan bijak.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (9/12), terdapat tujuh hal yang secara konsisten ditemukan para psikolog sebagai pemicu kaburnya fungsi mental—dan yang ditinggalkan para lansia yang tetap tajam hingga usia lanjut.
1. Mereka Berhenti Mengisolasi Diri dan Mengurangi Interaksi Sosial
Sosialisasi bukan sekadar kebutuhan emosional—ini adalah latihan kognitif yang sangat kuat.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa keterlibatan sosial memicu aktivitas neuroplastisitas: kemampuan otak membentuk jalur baru.
Orang-orang yang tetap tajam di usia 80-an biasanya berhenti menghabiskan hari-hari mereka sendirian.
Mereka kembali aktif di komunitas, terlibat percakapan, dan membuka diri untuk hubungan baru.
Dengan begitu, otak mereka mendapat “stimulasi alami”—sesuatu yang tak bisa diberikan oleh TV atau ponsel.
2. Mereka Berhenti Memaksakan Diri untuk Menjadi ‘Serba Tahu’
Usia 60-an sering membuat orang merasa harus mempertahankan reputasi atau wibawa, sehingga mereka berhenti belajar hal baru karena takut terlihat lambat memahami.
Namun justru orang-orang yang bertahan tajam hingga usia 80-an berhenti berpura-pura tahu banyak hal dan menjadi pembelajar pemula kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
