Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 November 2025 | 16.56 WIB

7 Cara Mengetahui Apakah Seseorang Merindukanmu tetapi Terlalu Malu untuk Menghubungimu Menurut Psikologi

seseorang yang malu untuk menghubungimu./Freepik/prostock-studio - Image

seseorang yang malu untuk menghubungimu./Freepik/prostock-studio

JawaPos.com - Dalam hubungan manusia, rindu tidak selalu datang bersama keberanian untuk mengakuinya.

Ada orang yang merasakan kehilangan, tetapi egonya terlalu besar untuk mengirim pesan duluan.

Mereka menunggu, menimbang, bahkan berharap kamu yang memulai. Psikologi sosial dan perilaku memberi banyak petunjuk tentang bagaimana seseorang yang merindukanmu diam-diam tetap “bocor” lewat tindakan kecilnya.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (18/11), terdapat tujuh tanda yang bisa membantumu membaca apakah seseorang sebenarnya merindukanmu, namun gengsinya terlalu tinggi untuk menghubungi duluan.

1. Mereka Masih Memantau Aktivitasmu Secara Pasif

Seseorang yang sudah tidak peduli tidak akan meluangkan waktu untuk menonton story-mu, memantau unggahanmu, atau memperhatikan perubahan kecil dalam hidupmu.

Tetapi orang yang rindu—meskipun gengsi—akan tetap mengamatimu dari kejauhan.

Dalam psikologi perilaku, ini disebut silent monitoring: kecenderungan terus memantau seseorang sebagai bentuk keterikatan emosional, tanpa ingin terlihat terlalu terlibat.

2. Mereka Sering Muncul Dalam Pola “Kehadiran Tidak Langsung”

Perhatikan bagaimana mereka tiba-tiba “muncul” di ruang digital atau sosialmu:
– menyukai postingan lama,
– muncul di tempat yang biasa kamu datangi,
– atau tiba-tiba aktif di jam yang sering kamu gunakan.

Ini bukan kebetulan. Efek Zeigarnik—kecenderungan otak mempertahankan perhatian pada hal yang belum usai—membuat seseorang tetap mengorbit di sekitarmu ketika ada emosi tak terselesaikan.

3. Mereka Membahasmu ke Orang Lain, Bukan ke Kamu

Orang yang rindu tetapi gengsi sering memilih jalur tidak langsung: bercerita ke teman bersama, menanyakan kabarmu melalui orang ketiga, atau menyelipkan komentar tentangmu saat berbincang dengan saudara atau sahabat.

Dari sudut pandang psikologi komunikasi, ini adalah strategi displacement: menyalurkan keinginan untuk terhubung melalui pihak lain agar tetap menjaga harga diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore