
Ilustrasi seorang pria dewasa yang sedang berbicara di kafe, menunjukkan ekspresi berlebihan saat menceritakan kisah masa lalunya./Freepik
JawaPos.com - Setiap orang pasti memiliki pencapaian unik dan kisah sukses di masa lalu yang membuat mereka bangga untuk diceritakan.
Namun, ada beberapa "prestasi" masa muda yang seharusnya dihentikan oleh orang dewasa untuk dijadikan bahan pamer dalam percakapan sehari-hari.
Kebiasaan ini terkadang membuat orang lain merasa canggung dan mengundang pertanyaan apakah mereka belum meraih hal berarti di masa dewasa, melansir dari Global English Editing Senin (27/10).
Penulis Olivia Reid menguraikan delapan hal yang sering dibanggakan orang dewasa padahal seharusnya tidak lagi diumbar karena tidak mencerminkan nilai dan pertumbuhan diri saat ini.
1. Kejayaan Masa Sekolah Menengah
Mengungkit rekor olahraga, gelar populer, atau nilai ujian terbaik saat masa SMA adalah hal yang wajar bagi remaja, tetapi tidak bagi orang dewasa. Ketika seseorang terus-menerus membual tentang kemenangan di masa sekolah, orang lain akan bertanya-tanya apakah ia sudah mendapatkan pencapaian yang lebih penting sejak saat itu. Sebaiknya tinggalkan kejayaan masa lalu di tempatnya dan fokuslah untuk menciptakan pencapaian baru yang lebih merepresentasikan Anda hari ini.
2. Kemampuan Minum Alkohol Berlebihan
Di masa kuliah, membual tentang kemampuan minum banyak bir tanpa mabuk mungkin terasa keren dan dianggap sebagai party trick. Namun, sebagai orang dewasa yang memiliki tanggung jawab, ini bukanlah hal yang layak untuk dipamerkan. Ketika seorang teman masih membual tentang tidak mabuk setelah minum banyak, ekspresi yang ia dapatkan adalah alis terangkat alih-alih kekaguman. Sudah saatnya memindahkan permainan minum ke masa kuliah dan membanggakan hal-hal yang mencerminkan kedewasaan.
3. Master Multitasking
Banyak orang dewasa merasa bangga ketika bisa mengklaim diri sebagai multitasking master, yaitu mengerjakan berbagai tugas dalam satu waktu. Mereka kerap membual tentang mampu menjawab email sambil menelepon atau makan siang sambil merancang laporan yang harus diselesaikan segera. Padahal, sebuah studi dari Universitas Stanford mengungkapkan bahwa multitasking justru mengurangi produktivitas alih-alih meningkatkannya. Membual tentang kemampuan multitasking tidak lagi mengesankan sebab fokus pada satu di antara tugas secara penuh ternyata jauh lebih efektif.
4. Jumlah Pengikut Media Sosial
Di zaman digital ini, membual tentang jumlah followers Instagram atau likes di Facebook seringkali dianggap sebagai ukuran popularitas dan kesuksesan. Kecuali pekerjaan Anda memang berputar di dunia media sosial, membanggakan angka-angka online ini bisa membuat Anda terkesan dangkal dan narsis. Sebagian besar orang di dunia nyata tidak terlalu peduli dengan angka-angka tersebut sebesar yang Anda bayangkan. Lebih baik fokus pada menjalin hubungan nyata yang tulus di dunia nyata, sebab itu jauh lebih memuaskan.
5. Menjadi Workaholic (Gila Kerja)
Banyak orang dewasa merasa bangga akan kerja tanpa henti, membual tentang begadang, melewatkan waktu makan, atau tidak mengambil cuti demi pekerjaan. Mereka menganggap menjadi workaholic sebagai lencana kehormatan yang menunjukkan dedikasi dan pentingnya peran. Padahal, ini hanyalah jalan pintas menuju burnout dan kelelahan, bukan sesuatu yang perlu dibanggakan. Sudah saatnya bangga karena bisa mempertahankan keseimbangan kerja dan hidup yang sehat, itu jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang.
6. Tidak Pernah Membaca Buku

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
