Ilustrasi orang yang mementingkan diri sendiri (Geediting)
JawaPos.com - Pernahkah kamu bercerita sesuatu yang penting, tapi lawan bicaramu justru mengalihkan topik dan menjadikannya tentang dirinya?
Kamu berbagi masalah, mereka langsung membandingkan dengan kisahnya sendiri. Kamu senang atas pencapaianmu, mereka malah menjadikannya ajang kompetisi.
Perilaku seperti ini bukan sekadar menyebalkan, tetapi juga menandakan ketidakdewasaan emosional. Orang yang selalu memusatkan perhatian pada dirinya sendiri biasanya belum mengembangkan empati, kesadaran diri, dan batas emosional yang matang.
Dilansir dari laman Global English Editing, Rabu (15/10), berikut tujuh tanda klasik orang yang selalu membuat segalanya tentang dirinya dan menunjukkan tanda-tanda belum dewasa secara emosional.
Orang yang belum matang secara emosional memiliki rasa percaya diri yang rapuh. Mereka sangat bergantung pada pengakuan orang lain untuk merasa berharga.
Saat kamu bercerita, mereka sering menyela dengan kalimat seperti, “Oh, aku juga pernah begitu!” atau “Itu belum seberapa, dengar dulu punyaku!”
Mereka tidak bermaksud sombong, tetapi merasa perlu menjadi pusat perhatian agar diakui keberadaannya. Padahal, orang yang benar-benar dewasa emosional bisa menghargai cerita orang lain tanpa harus menjadikannya cermin untuk dirinya sendiri.
Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain tanpa menilainya. Sayangnya, orang yang emosinya belum matang sulit melakukannya.
Saat kamu sedih, mereka malah menimpali dengan kisah mereka sendiri. Saat kamu kecewa, mereka justru memberi nasihat tanpa mendengarkan lebih dulu.
Mereka sering salah paham antara “terkoneksi” dan “menguasai percakapan”. Padahal, orang yang dewasa secara emosional tahu bahwa empati bukan soal siapa yang lebih menderita, melainkan kemampuan untuk hadir dan mendengarkan tanpa mengalihkan fokus.
Salah satu ciri utama ketidakdewasaan emosional adalah merasa bahwa semua hal berhubungan dengan dirinya.
Mereka mudah tersinggung oleh komentar netral atau berpikir bahwa sikap orang lain adalah bentuk serangan. Jika seseorang tidak segera membalas pesan, mereka langsung berpikir, “Aku salah apa, ya?”
Pandangan sempit ini membuat mereka sulit memahami bahwa orang lain punya hidup, emosi, dan masalah sendiri yang tidak selalu berkaitan dengannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022