
Seorang lansia tersenyum lebar sambil bermain catur, menunjukkan ketajaman mental yang berkelanjutan./Freepik
JawaPos.com - Penuaan kognitif ternyata tidaklah selalu linier seperti yang dibayangkan banyak orang. Beberapa individu di usia 80-an masih memiliki ingatan tajam setara orang 30 tahun lebih muda. Para peneliti menyebut mereka sebagai "superagers" atau lansia super.
Studi terhadap "superagers" ini menemukan pola menarik dalam hidup mereka. Melansir dari Geediting.com Minggu (12/10), perbedaan utama mereka terletak pada kebiasaan yang dihindari, bukan rutinitas ajaib yang dilakukan. Keceradasan otak ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang dipilih puluhan tahun sebelumnya.
Membiarkan Koneksi Sosial Memudar
Menjaga kehidupan sosial yang aktif melindungi fungsi kognitif dengan signifikan. Kualitas dan konsistensi hubungan lebih penting daripada jumlah teman yang dimiliki. Isolasi kronis memicu peradangan dan stres yang mempercepat penurunan kognitif.
Memperlakukan Tubuh Seperti Kendaraan untuk Kepala
Orang cerdas sering bergerak, bukan hanya berolahraga di gym. Aktivitas fisik alami seperti berkebun, menari, atau berjalan kaki meningkatkan aliran darah ke otak. Menghindari gaya hidup yang sangat tidak aktif membantu pertumbuhan neuron baru.
Hanya Berpegangan pada Apa yang Sudah Diketahui
Otak berkembang pesat saat dihadapkan pada hal-hal baru. Rutinitas yang sama terus-menerus tidak memberikan tantangan yang diperlukan. Lansia yang cerdas tetap ingin belajar hal-hal baru, bahkan jika itu terasa sulit.
Mengabaikan Tanda Peringatan Dini Masalah Pembuluh Darah
Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol memengaruhi kesehatan otak karena otak bergantung pada aliran darah yang baik. Kerusakan vaskular kronis menumpuk secara diam-diam. Lansia yang tajam mengelola "angka-angka" ini dengan serius karena tahu kesehatan otak dan jantung saling terkait.
Menerima "Momen Lansia" sebagai Keniscayaan
Ada perbedaan antara penuaan normal dan menyerah pada penurunan kognitif. Mereka yang tetap tajam akan menyelidiki penyebab ketika ingatan mulai menurun, alih-alih hanya menganggapnya "sudah tua". Masalah seperti kekurangan vitamin, depresi, atau efek samping obat seringkali dapat diperbaiki.
Hidup dalam Bentuk Waktu Lampau
Orang yang cerdas terus berbicara dalam bentuk waktu kini dan masa depan mengenai rencana mereka. Mereka memiliki hal untuk dinantikan, seperti klub buku atau perjalanan yang akan datang. Perencanaan dan antisipasi ini menjaga fungsi eksekutif otak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
