Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 16.20 WIB

6 Kebiasaan Umum yang Dihindari Lansia Agar Tetap Cerdas dan Cekatan di Usia 80-an

Seorang lansia tersenyum lebar sambil bermain catur, menunjukkan ketajaman mental yang berkelanjutan./Freepik - Image

Seorang lansia tersenyum lebar sambil bermain catur, menunjukkan ketajaman mental yang berkelanjutan./Freepik

JawaPos.com - Penuaan kognitif ternyata tidaklah selalu linier seperti yang dibayangkan banyak orang. Beberapa individu di usia 80-an masih memiliki ingatan tajam setara orang 30 tahun lebih muda. Para peneliti menyebut mereka sebagai "superagers" atau lansia super.

Studi terhadap "superagers" ini menemukan pola menarik dalam hidup mereka. Melansir dari Geediting.com Minggu (12/10), perbedaan utama mereka terletak pada kebiasaan yang dihindari, bukan rutinitas ajaib yang dilakukan. Keceradasan otak ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang dipilih puluhan tahun sebelumnya.

Berikut adalah enam kebiasaan umum yang dihindari oleh orang-orang yang tetap cerdas di usia 80-an:

  1. Membiarkan Koneksi Sosial Memudar

Menjaga kehidupan sosial yang aktif melindungi fungsi kognitif dengan signifikan. Kualitas dan konsistensi hubungan lebih penting daripada jumlah teman yang dimiliki. Isolasi kronis memicu peradangan dan stres yang mempercepat penurunan kognitif.

  • Memperlakukan Tubuh Seperti Kendaraan untuk Kepala

  • Orang cerdas sering bergerak, bukan hanya berolahraga di gym. Aktivitas fisik alami seperti berkebun, menari, atau berjalan kaki meningkatkan aliran darah ke otak. Menghindari gaya hidup yang sangat tidak aktif membantu pertumbuhan neuron baru.

  • Hanya Berpegangan pada Apa yang Sudah Diketahui

  • Otak berkembang pesat saat dihadapkan pada hal-hal baru. Rutinitas yang sama terus-menerus tidak memberikan tantangan yang diperlukan. Lansia yang cerdas tetap ingin belajar hal-hal baru, bahkan jika itu terasa sulit.

  • Mengabaikan Tanda Peringatan Dini Masalah Pembuluh Darah

  • Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol memengaruhi kesehatan otak karena otak bergantung pada aliran darah yang baik. Kerusakan vaskular kronis menumpuk secara diam-diam. Lansia yang tajam mengelola "angka-angka" ini dengan serius karena tahu kesehatan otak dan jantung saling terkait.

  • Menerima "Momen Lansia" sebagai Keniscayaan

  • Ada perbedaan antara penuaan normal dan menyerah pada penurunan kognitif. Mereka yang tetap tajam akan menyelidiki penyebab ketika ingatan mulai menurun, alih-alih hanya menganggapnya "sudah tua". Masalah seperti kekurangan vitamin, depresi, atau efek samping obat seringkali dapat diperbaiki.

  • Hidup dalam Bentuk Waktu Lampau

  • Orang yang cerdas terus berbicara dalam bentuk waktu kini dan masa depan mengenai rencana mereka. Mereka memiliki hal untuk dinantikan, seperti klub buku atau perjalanan yang akan datang. Perencanaan dan antisipasi ini menjaga fungsi eksekutif otak.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore