Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 20.41 WIB

8 Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan Sekarang Juga Jika Ingin Lebih Asertif

Ilustrasi seseorang berdiri tegak dengan bahu tegap, menunjukkan postur tubuh yang percaya diri dan asertif./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang berdiri tegak dengan bahu tegap, menunjukkan postur tubuh yang percaya diri dan asertif./Freepik

JawaPos.com - Menjadi asertif merupakan salah satu kemampuan penting untuk mengomunikasikan kebutuhan diri secara lugas dan menghormati orang lain.

Asertivitas adalah keterampilan, dan seperti keterampilan lain, ini memerlukan latihan serta pembenahan kebiasaan. Jika Anda ingin lebih percaya diri, ada beberapa perilaku lama yang perlu Anda tinggalkan.

Melansir dari Geediting.com Minggu (28/9), mengembangkan asertivitas berarti menghilangkan kebiasaan yang berakar pada ketakutan terhadap penolakan atau konflik.

Kebiasaan-kebiasaan ini secara tidak sadar meremehkan nilai diri kita. Mari kita kenali delapan kebiasaan tersebut yang harus segera disingkirkan.

1. Mengiyakan Semua Permintaan

Kita sering mengatakan "ya" untuk segala hal karena takut mengecewakan atau dianggap tidak sopan. Kebiasaan ini mengakibatkan energi dan waktu Anda terkuras habis untuk hal yang tidak diinginkan. Orang yang asertif tahu kapan harus berkata "tidak" demi menghormati kebutuhan diri.

2. Membawa Kritik ke Ranah Pribadi

Menganggap kritik atau ketidaksetujuan sebagai serangan personal akan menghambat asertivitas Anda. Kebiasaan ini dapat merendahkan harga diri dan memicu keraguan terhadap kemampuan diri. Sebaliknya, lihatlah kritik sebagai kesempatan untuk bertumbuh secara objektif.

3. Menghindari Konflik Sepenuhnya

Banyak dari kita merasa sangat tidak nyaman dengan kata "konflik," sehingga memilih diam atau mengalah. Menghindari konflik tidak akan membuatnya menghilang. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dan merusak hubungan jangka panjang.

4. Meminta Maaf Secara Berlebihan

Mengatakan "maaf" tanpa alasan yang jelas dapat melemahkan pernyataan atau permintaan Anda. Over-apologizing membuat orang lain memandang Anda kurang percaya diri atau kompeten. Bersikap asertif berarti mempertahankan kata-kata Anda tanpa perlu meminta maaf terus-menerus.

5. Takut Terhadap Penolakan

Ketakutan akan penolakan sering menahan kita untuk mengungkapkan pikiran atau berdiri demi hak diri. Rasa takut ini membuat Anda memilih untuk diam agar tidak menyinggung orang lain. Ingatlah bahwa suara Anda penting dan patut didengarkan, terlepas dari respons orang lain.

6. Menekan Emosi Pribadi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore