
Kenapa Kita Sulit Menjalin Pertemanan Baru di Usia Dewasa? Ini Penjelasanya Menurut Psikologi (Freepik)
JawaPos.com - Saat kecil, berteman adalah hal yang sangat mudah. Cukup berbagi jajanan, bermain di tim yang sama, atau tertawa bersama karena hal sepele, lalu seketika kita punya sahabat baru.
Namun, mengapa saat dewasa, proses yang dulu terasa alami justru terasa seperti mendaki gunung yang tinggi?
Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa ada banyak faktor yang membuat hal sederhana ini menjadi lebih rumit, meski kebutuhan kita akan hubungan yang bermakna tidak pernah hilang. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya satu persatu.
1. Waktu dan Energi yang Terbatas
Saat masih sekolah, pertemanan terbentuk secara otomatis karena kita selalu bersama teman sekelas, tetangga, atau teman bermain. Tapi sekarang, setelah bekerja, mengurus rumah tangga, atau membesarkan anak, waktu terasa semakin sempit.
Penelitian Jeffrey Hall menyebutkan bahwa dibutuhkan sekitar 200 jam untuk membangun pertemanan yang dekat. Bayangkan, kapan terakhir kali Anda benar-benar punya waktu sebanyak itu untuk orang baru? Selain itu, energi mental yang terkuras setelah bekerja sering membuat ajakan nongkrong terasa seperti beban, bukan lagi hiburan.
2. Tahapan Hidup yang Berbeda
Di usia dewasa, kehidupan berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Ada teman yang sudah menikah, ada yang sibuk mengejar karier, sementara yang lain memilih merantau ke luar negeri. Perbedaan prioritas ini membuat titik temu semakin sulit. Meski masih peduli, tetap saja sulit menemukan waktu dan kesamaan untuk menjaga hubungan tetap erat.
3. Hilangnya Momen Alami Karena Kerja Jarak Jauh
Dulu, obrolan santai di kantor atau istirahat makan siang sering kali jadi pintu masuk untuk membangun pertemanan. Kini, dengan semakin banyaknya orang bekerja dari rumah, momen spontan itu hilang. Rekan kerja lebih sering terlihat hanya di layar, tanpa kesempatan untuk membangun kedekatan di luar urusan pekerjaan.
4. Lebih Selektif dalam Memilih Teman
Jika saat kecil kita berteman karena kedekatan fisik dan spontanitas, di usia dewasa kita jadi lebih berhati-hati. Kita sadar bahwa tidak semua orang memiliki niat baik. Rasa ragu ini sering membuat kita menjaga jarak, sehingga hubungan hanya berhenti di permukaan tanpa pernah berkembang lebih dalam.
5. Ilusi Koneksi dari Media Sosial
Di era digital, kita bisa tahu kabar teman lama hanya dengan melihat unggahannya. Namun, sekadar memberi “like” bukanlah koneksi nyata. Sosial media kadang memberi ilusi kedekatan, padahal kenyataannya kita tetap merasa kesepian karena interaksi yang ada tidak menggantikan percakapan tatap muka.
Membangun pertemanan di usia dewasa memang lebih menantang dibandingkan saat kecil. Waktu yang terbatas, fase hidup yang berbeda, hingga kesibukan pekerjaan menjadi penghalang. Namun, itu bukan berarti mustahil. Kuncinya adalah niat dan usaha. Pertemanan dewasa tidak bisa lagi hanya bergantung pada kebetulan, melainkan harus diciptakan secara sadar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
