Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 03.38 WIB

Mengoleksi Barang Unik Itu Bukan Sekadar Hobi, Tapi Bisa Cerminkan Kepribadian dan Bantu Kelola Emosi

ILustrasi seseorang yang hobi mengoleksi barang

JawaPos.com – Setiap orang punya cara berbeda untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup. Ada yang memilih berolahraga, berkebun, atau menghabiskan waktu bersama teman. Namun, tidak sedikit yang memiliki hobi mengoleksi barang unik, mulai dari mainan antik, perangko, action figure, koin, hingga benda-benda yang dianggap langka. Kebiasaan ini sering kali dianggap aneh oleh sebagian orang, padahal di balik itu ada makna yang lebih dalam.

Menurut laporan CNN Indonesia, mengoleksi barang unik sebenarnya bisa mencerminkan karakter seseorang. Koleksi sering kali menjadi bagian dari identitas, karena benda-benda yang dikumpulkan biasanya memiliki nilai emosional atau keterkaitan dengan pengalaman pribadi. Misalnya, seseorang yang mengoleksi buku klasik mungkin memiliki ketertarikan pada sejarah dan pengetahuan, sementara yang gemar mengoleksi action figure bisa jadi memiliki jiwa nostalgia pada masa kecil.

Psikolog dan praktisi kreatif juga melihat kebiasaan ini sebagai cara untuk mengelola emosi. Konten edukasi dari kanal Kreativv menyoroti bahwa mengoleksi barang unik mampu memberikan rasa tenang, terutama ketika seseorang menghadapi stres. Proses mencari, menemukan, hingga merawat koleksi bisa menjadi bentuk terapi sederhana yang menyalurkan energi ke arah positif.

Dari perspektif lain, seorang kreator konten di TikTok, @wholystically, menjelaskan bahwa hobi mengoleksi kerap berkaitan dengan kebutuhan manusia untuk merasa memiliki dan menjaga kontrol dalam hidupnya. Saat dunia luar terasa kacau, koleksi bisa menjadi simbol kestabilan dan keteraturan.

Hal ini sejalan dengan penjelasan akun @kata.alfa di TikTok, yang menekankan bahwa kebiasaan mengoleksi juga bisa memperkuat keterikatan emosional seseorang terhadap benda. Barang-barang yang dikumpulkan sering kali dianggap sebagai pengingat perjalanan hidup, simbol kenangan, bahkan sebagai “teman” yang memberikan rasa nyaman.

Bahkan, video singkat di YouTube Shorts menunjukkan bahwa kebiasaan mengoleksi bisa melatih konsistensi dan kesabaran. Mengumpulkan benda unik memerlukan ketelitian, usaha, dan waktu, sehingga dapat membentuk kedisiplinan secara tidak langsung.

Dalam konteks sosial, mengoleksi barang juga menjadi sarana untuk membangun komunitas. Banyak kolektor yang bergabung dengan forum atau pameran untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring. Aktivitas ini bisa memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus menjadi ruang berbagi informasi yang memperkaya wawasan.

Namun, kebiasaan ini tentu memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Jika sudah berlebihan, mengoleksi bisa berubah menjadi perilaku obsesif yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat seseorang rela menghabiskan uang dalam jumlah besar hanya demi melengkapi koleksi, tanpa memperhatikan kebutuhan lain yang lebih mendesak. Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan.

Lantas, apa arti kebiasaan ini bagi kehidupan sehari-hari?

  1. Ekspresi diri: Koleksi menunjukkan siapa diri kita dan apa yang kita hargai.

  • Sumber kebahagiaan: Menemukan barang baru bisa memicu rasa puas dan gembira.

  • Manajemen stres: Aktivitas merawat koleksi dapat membantu menenangkan pikiran.

  • Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore