Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 08.22 WIB

8 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Pengamat Media Sosial yang Jarang Unggah Konten

Ilustrasi seseorang yang duduk di sofa sambil melihat ponselnya, dengan cahaya layar memantul di wajahnya, mencerminkan aktivitas mengamati media sosial./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang duduk di sofa sambil melihat ponselnya, dengan cahaya layar memantul di wajahnya, mencerminkan aktivitas mengamati media sosial./Freepik

JawaPos.com - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tetapi tidak semua orang terlibat sama.

Sebagian besar memilih untuk hanya melihat dan menelusuri linimasa tanpa pernah mengunggah apa pun. Mereka lebih dikenal sebagai pengamat atau lurker.

Melansir dari Geediting.com Kamis (18/9), perilaku ini ternyata sering kali dikaitkan dengan delapan ciri kepribadian yang khas.

Mengenali ciri-ciri ini dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang motivasi di balik sikap diam mereka. Mari kita telusuri ciri-ciri tersebut secara lebih lanjut.

1. Individu yang Introspektif

Orang-orang ini cenderung memproses pemikiran mereka secara internal sebelum menyebarkannya ke dunia luar. Mengunggah sesuatu di media sosial seperti menyatakan, "Inilah yang saya pikirkan, inilah yang saya lakukan." Mereka lebih suka merenung sampai gagasan mereka terasa bermakna.

2. Menghargai Privasi Pribadi

Satu di antara ciri yang sangat menonjol adalah penghargaan yang tinggi terhadap privasi. Mereka merasa tidak perlu mempublikasikan setiap aspek kehidupan mereka kepada khalayak ramai. Mereka menikmati kehidupan secara utuh tanpa perlu dokumentasi.

3. Sangat Jeli Mengamati Sekitar

Pengamat media sosial cenderung memiliki keterampilan observasi yang sangat tajam. Mereka memperhatikan detail dan dinamika yang mungkin terlewat oleh orang lain. Kemampuan ini sering kali membuat mereka menjadi pendengar yang lebih baik.

4. Mungkin Saja Introvert

Meskipun tidak semua pengamat adalah introvert, banyak dari mereka memiliki kecenderungan ini. Mereka lebih suka menghabiskan energi untuk interaksi nyata daripada mengkurasi persona daring. Mereka tidak mencari validasi melalui suka atau komentar.

5. Skeptis terhadap Tren

Orang-orang ini skeptis terhadap tren dan perilaku yang sifatnya hanya untuk pamer di media sosial. Mereka tidak terburu-buru mengikuti apa yang viral. Mereka lebih memilih untuk membentuk pandangan mereka sendiri daripada terpengaruh oleh keramaian daring.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore