
Pria dewasa harus meninggalkan sikap kekanak-kanakan jika ingin hubungan serius yang sehat dan tahan lama.
JawaPos.com - Apakah kamu merasa seperti menjalin hubungan dengan seorang anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa?
Awalnya dia mungkin tampak menawan dan mandiri, tetapi seiring berjalannya waktu, kamu menyadari bahwa kamu harus mengurusnya, baik secara emosional maupun praktis.
Hubungan dengan pria kekanak-kanakan bisa sangat melelahkan, karena dia tidak memiliki kedewasaan emosional dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk menjadi pasangan yang setara.
Tingkah lakunya yang tidak dewasa ini sering kali berasal dari kurangnya kemampuan untuk mengelola emosi dan ketakutan untuk menjadi rentan.
Alih-alih berkomunikasi secara terbuka, dia memilih untuk menutup diri atau marah-marah saat menghadapi masalah.
Dia tidak mampu menerima kritik dan selalu membutuhkan pujian, membuatmu merasa seperti harus menjadi orang tua baginya.
Untuk membantumu mengenali pola ini, berikut adalah 7 tanda nyata bahwa kamu sedang berurusan dengan seorang pria yang kekanak-kanakan, seperti dirangkum dari laman Your Tango.
Seorang pria kekanak-kanakan mungkin tampak menawan di awal, tetapi dia tidak memiliki kedalaman emosional untuk benar-benar terhubung denganmu. Percakapan dengannya hanya sebatas permukaan.
Jika kamu bertanya tentang perasaannya, dia akan bercanda atau mengalihkan pembicaraan. Sikapnya yang santai menyembunyikan kenyataan bahwa dia tidak tahu cara mengakses emosinya, apalagi mempertahankan hubungan yang serius.
Dia menjaga jarak dengan tidak pernah benar-benar terbuka. Dia takut akan keintiman sejati, jadi dia membangun tembok di sekitarnya. Saat kamu mencoba mencari tahu tentang harapan atau ketakutannya, dia akan mengabaikan pertanyaanmu.
Ketidakmampuannya untuk rentan menunjukkan ketidakstabilan emosional yang jauh dari kepercayaan diri yang dia tunjukkan.
Kamu akan tahu jika dia kekanak-kanakan saat dia tidak mampu mengendalikan perasaannya. Dia tidak memiliki cara untuk memproses emosinya, sehingga dia bisa "mengamuk" saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
Dia mungkin menyalahkanmu, merajuk, atau bahkan mendiamkanmu. Ledakan emosi ini adalah tanda nyata bahwa dia belum dewasa secara emosional untuk mengatasi kekecewaan.
Alih-alih melihat konflik sebagai kesempatan untuk tumbuh, dia akan menutup diri atau diam. Ego rapuhnya merasa terancam saat dia tahu kamu tidak sepenuhnya bahagia dengannya.
Konflik adalah bagian alami dari setiap hubungan, tetapi pria kekanak-kanakan tidak memiliki ketahanan emosional untuk menghadapinya dengan tenang. Baginya, konflik adalah ancaman, bukan kesempatan untuk menjadi lebih dekat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022