
Ilustrasi kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua yang bikin anak enggan terbuka saat dewasa./freepik/ shurkin_son
JawaPos.com - Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak tetap terbuka dan nyaman berbagi cerita, bahkan ketika mereka sudah dewasa.
Kita berharap mereka mau curhat tentang perasaannya, keputusan hidup, maupun masalah yang mereka hadapi.
Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan dan sikap orang tua yang bisa membuat anak menutup diri dan jarang berbagi lagi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal penting yang sering memengaruhi komunikasi antara orang tua dan anak, serta bagaimana menciptakan hubungan yang hangat, aman, dan penuh pengertian agar mereka mau terbuka.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (27/8), berikut merupakan 7 kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua yang bikin anak enggan terbuka saat dewasa.
1. Membuat Mereka Merasa Bersalah
Menggunakan rasa bersalah untuk membuat anak patuh, seperti berkata, “Aku berkorban begitu banyak dan ini balasannya?” atau “Kalau kamu peduli, pasti akan menelepon lebih sering,” mungkin berhasil dalam jangka pendek.
Namun, strategi ini justru menimbulkan jarak emosional. Anak yang sudah dewasa akan merasa terpaksa berinteraksi bukan karena senang, melainkan karena takut mengecewakan.
Akibatnya, hubungan menjadi kurang hangat dan komunikasi semakin renggang. Sebagai alternatif, orang tua bisa mengganti rasa bersalah dengan ungkapan syukur dan penghargaan.
Misalnya, daripada mengeluh karena jarang bertemu, cobalah untuk mengatakan, “Senang sekali bisa bertemu denganmu, mari rencanakan pertemuan lagi.”
Ungkapan positif seperti ini membuat anak merasa dihargai, lebih termotivasi untuk dekat, dan membangun suasana hati yang hangat dalam hubungan keluarga.
2. Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
Mengingatkan anak tentang kesalahan mereka di masa lalu, seperti kegagalan kuliah, hubungan yang kandas, atau kesalahan finansial, membuat mereka merasa malu, frustrasi, dan enggan terbuka lagi.
Setiap percakapan baru bisa terasa seperti pengadilan, sehingga anak enggan berbagi pengalaman atau perasaan mereka.
Memberikan pengampunan dan tidak terus-menerus membawa masa lalu adalah cara yang efektif untuk menciptakan ruang aman bagi anak.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
