Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 01.31 WIB

Orang yang Sangat Baik tetapi Tidak Memiliki Kehidupan Cinta Biasanya Menunjukkan 8 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

seseorang yang baik tetapi tidak memiliki kehidupan cinta./Freepik. - Image

seseorang yang baik tetapi tidak memiliki kehidupan cinta./Freepik.

JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, kita sering menemui orang-orang yang luar biasa baik, penuh empati, dan selalu membantu siapa pun yang membutuhkan.

Mereka disukai banyak orang, bisa menjadi pendengar yang baik, dan jarang membuat konflik.

Namun, ironisnya, beberapa dari mereka justru kesulitan dalam membangun atau mempertahankan hubungan cinta yang sehat dan mendalam.

Psikologi melihat fenomena ini bukan sebagai ketidaksamaan antara kebaikan dan cinta, tetapi sebagai hasil dari kebiasaan-kebiasaan tertentu yang tanpa disadari dilakukan oleh orang yang sangat baik.

Dilansir dari Geediting pada Senin (21/7), terdapat delapan kebiasaan yang sering ditunjukkan oleh orang-orang baik yang kesulitan dalam kehidupan cinta mereka menurut psikologi:

1. Terlalu Fokus pada Membahagiakan Orang Lain

Salah satu ciri utama orang yang sangat baik adalah kebutuhan untuk membuat orang lain bahagia, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebahagiaan pribadi.

Dalam konteks hubungan, ini dapat menciptakan ketidakseimbangan, di mana mereka selalu memberi tetapi jarang menerima.

Mereka mungkin takut mengecewakan pasangan atau calon pasangan, sehingga tidak pernah menyuarakan kebutuhan emosional mereka sendiri.

Psikologi menyebut ini sebagai “people-pleasing behavior”, yang bisa menghambat keintiman sejati karena hubungan menjadi tidak setara dan penuh tekanan tersembunyi.

2. Menghindari Konflik dengan Segala Cara

Orang yang sangat baik cenderung menghindari pertengkaran atau perbedaan pendapat, karena mereka tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Mereka memilih diam atau menyetujui sesuatu demi menjaga kedamaian, bahkan jika itu bertentangan dengan perasaan mereka.

Menurut psikolog hubungan, konflik yang sehat justru memperkuat ikatan, karena membuka ruang untuk kejujuran, kompromi, dan pemahaman yang lebih dalam.

3. Takut Menyatakan Perasaan Sendiri

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore