
Pria modern kerap dihantui ekspektasi sosial tentang maskulinitas dan peran dalam hubungan. (freepik)
JawaPos.com - Beberapa pria tidak jatuh. Mereka tidak mengalami gangguan. Mereka tidak menjadi berita utama atau menyebabkan keributan.
Mereka hanya perlahan-lahan... memudar.
Anda telah melihatnya. Seorang pria yang dulunya penuh dengan cerita, hobi, kehangatan-tiba-tiba saja dia menjadi pemarah, pendiam, dan sulit diajak bicara. Masih berfungsi, tetapi cahayanya sudah redup. Tidak dengan cara yang dramatis-hanya saja menjadi pendiam, kebodohan yang terus-menerus.
Selama bertahun-tahun saya hidup, mengamati, dan meraba-raba jalan menuju kedewasaan, saya melihat beberapa pola. Pria yang akhirnya tidak bahagia di tahun-tahun terakhirnya sering kali memulai dengan niat yang baik, tetapi terjebak dalam kebiasaan yang perlahan-lahan menguras kehidupan mereka.
Dikutip dari geediting pada Jumat (13/6), mari kita lihat beberapa perilaku tersebut.
1. Mereka berhenti membina persahabatan
Banyak pria yang tumbuh dengan pemikiran bahwa persahabatan adalah pilihan. Bahwa Anda akan melupakannya begitu Anda memiliki keluarga atau hipotek. Bahwa “berbicara tentang perasaan” bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh pria sejati.
Tapi inilah masalahnya-ketika Anda tidak menjaga persahabatan, Anda perlahan-lahan mulai mengasingkan diri. Dan isolasi melahirkan kesengsaraan.
Saya punya seorang teman, Jim, yang biasa pergi memancing bersama sekelompok orang setiap musim semi. Seiring berjalannya waktu, dia berhenti muncul. Katanya dia “terlalu sibuk.” Bertahun-tahun kemudian, saya bertemu dengannya dan dia mengakui, “Saya tidak menyadari betapa kesepiannya saya sampai saya tidak punya siapa-siapa untuk dihubungi ketika istri saya sakit.”
Persahabatan bukanlah kemewahan. Persahabatan adalah garis hidup.
2. Mereka memendam emosi mereka
Seorang pria yang tidak pernah membicarakan perasaannya pada akhirnya akan lupa bagaimana rasanya.
Ini mungkin tidak muncul sebagai air mata atau kesedihan. Itu mungkin muncul sebagai iritabilitas. Dingin. Mati rasa.
Saya pernah membaca sebuah kalimat dalam sebuah buku yang sangat melekat pada diri saya: “Pria menukar kerentanan dengan ketabahan, lalu bertanya-tanya mengapa mereka merasa begitu kesepian.”
Ketika Anda menghabiskan waktu puluhan tahun untuk memendam segala sesuatu, hal itu tidak akan hilang. Itu hanya mengeras.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
