Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 02.32 WIB

5 Kebiasaan Wanita yang Diam-diam Menyerah pada Kebahagiaan, Salah Satunya Berhenti Melakukan Hal-hal Kecil yang Biasa Dinikmati

Ilustrasi wanita mengalami kecemasan mental. (Freepik)

JawaPos.com - Beberapa wanita tidak membuat keributan ketika kebahagiaan menyelinap keluar dari hidup mereka. Mereka tidak menangis di depan umum atau meneriaki dunia. Mereka hanya ... mulai mundur.

Dari orang lain. Dari diri mereka sendiri. Dari kegembiraan. Itu tidak selalu jelas. Faktanya, kebanyakan orang tidak akan menyadarinya. Tetapi jika Anda pernah melihatnya atau jika Anda pernah merasakannya, Anda tahu tanda-tandanya.

Dikutip dai geediting pada Rabu (11/6), berikut adalah beberapa perilaku halus yang saya kenali pada wanita yang telah berhenti mengharapkan kebahagiaan untuk kembali.

1. Dia berhenti melakukan hal-hal kecil yang biasa dia nikmati

Saya tidak berbicara tentang item daftar ember. Maksudku hal-hal kecil. Secangkir teh sore di teras. Podcast favorit. Perasan lemon ekstra di dalam airnya. Ketika seorang wanita menyerah pada kebahagiaan, bahkan kesenangan terkecil pun terasa sia-sia. Bukan karena dia tidak punya waktu. Tapi karena joy terasa asing sekarang. Dan meraihnya sepertinya pekerjaan yang tidak dia miliki energinya.

2. Dia membuat dirinya sibuk, tetapi tidak terpenuhi

Saya telah menyebutkan ini sebelumnya, tetapi beberapa orang menguasai seni tetap sibuk sebagai cara untuk menghindari perasaan mereka sendiri. Dia akan mencuci piring. Dia akan mengatur lemari.

Dia akan terlalu berkomitmen di tempat kerja. Tapi tanyakan padanya apa yang dia nantikandan Anda akan mendapat jeda yang lama. Kesibukan bisa terlihat produktif. Tapi terkadang, itu hanya white noise emosional.

3. Dia mengecilkan lingkaran sosialnya tanpa penjelasan

Ketika seorang wanita mulai menghilang secara diam-diam dari kehidupan orang-orang yang dulu dia sayangi, itu patut diperhatikan.

Dia tidak memutuskan hubungan. Dia hanya berhenti merespons. Menolak undangan. Menunggu berhari-hari untuk membalas teks.

Bukan karena dia tidak menyukai orang-orang. Tetapi karena dia tidak lagi melihat dirinya sebagai seseorang yang pantas untuk ditunjukkan.

Saya memiliki seorang teman keluarga bernama June-tajam sebagai taktik, cepat dengan sebuah cerita, dan selalu menjadi orang yang merencanakan seadanya di masa lalu.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore