Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 01.30 WIB

Orang yang Selalu Membuka Jendela, Bahkan Saat Musim Dingin, Biasanya Memiliki 7 Sifat Unik Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang membuka jendela. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang membuka jendela. (Freepik).

JawaPos.com - Beberapa orang memiliki kebiasaan yang tak lazim: tetap membuka jendela lebar-lebar meski udara dingin menusuk saat musim dingin.

Meski bagi sebagian orang hal ini terkesan aneh, rupanya kebiasaan ini bisa menunjukkan sisi kepribadian yang menarik.

Mereka bukan sekadar menghemat pemanas ruangan atau sedang mencoba menantang hawa dingin.

Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan membuka jendela di tengah suhu ekstrem bisa berkaitan dengan sejumlah sifat khas.

Preferensi terhadap udara dingin bukan sekadar soal kenyamanan. Ini mencerminkan cara pandang hidup dan pola pikir yang tidak biasa, bahkan cenderung unik.

Kebiasaan ini menjadi simbol pilihan hidup yang menyatu dengan alam, berani berbeda, dan terbuka terhadap pengalaman. Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/5), terdapat tujuh sifat utama yang biasanya dimiliki orang-orang seperti ini.

1. Menyukai Udara Segar

Orang yang tetap membuka jendela di tengah cuaca dingin biasanya sangat menikmati udara segar. Mereka merasa lebih hidup saat merasakan angin menyapu ruang, seolah mendapat suntikan energi alami.

Fenomena ini berkaitan dengan konsep biophilia, yang diperkenalkan oleh Edward O. Wilson—seorang ahli biologi dan psikologi. Ia menyebut bahwa manusia memiliki dorongan bawaan untuk terhubung dengan alam dan segala bentuk kehidupan.

Mereka yang menyukai jendela terbuka menunjukkan kecintaan terhadap dunia luar. Udara dingin bukan pengganggu, tetapi pengingat bahwa mereka masih bagian dari kehidupan yang luas.

2. Terbiasa Menghadapi Ketidaknyamanan

Banyak orang menghindari rasa dingin demi kenyamanan. Namun, mereka yang membuka jendela di musim dingin justru terbiasa menghadapi ketidaknyamanan dan melihatnya sebagai bagian dari proses tumbuh.

Sikap ini sejalan dengan pemikiran Carl Rogers, psikolog terkenal yang menyatakan bahwa kehidupan yang baik adalah sebuah proses, bukan keadaan tetap. Mereka tidak berfokus pada kenyamanan, tetapi pada pengalaman.

Rasa dingin di ruangan dianggap sebagai bentuk latihan mental. Melalui hal itu, mereka belajar untuk tetap waspada, kuat, dan tahan terhadap tantangan hidup.

3. Menghargai Kebebasan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore