Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 02.19 WIB

Orang yang Merasa Cemas dengan Panggilan Telepon dan Enggan Menerimanya, Bahkan dari Orang yang Mereka Cintai, Sering Kali Memiliki 7 Sifat Ini

Ilustrasi seseorang yang merasa cemas dengan panggilan telepon. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang merasa cemas dengan panggilan telepon. (Freepik).

JawaPos.com - Banyak orang yang merasa gelisah saat ponsel berdering, bahkan ketika nama yang muncul di layar adalah pasangan, keluarga, atau sahabat. Bukan karena tak peduli, melainkan karena ada reaksi emosional yang muncul seketika.

Rasa cemas atau keengganan untuk menjawab telepon ini sering kali dianggap hal sepele. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, hal tersebut dapat berkaitan erat dengan ciri kepribadian tertentu.

Dilansir dari Geediting pada Senin (26/5), terdapat sejumlah karakteristik psikologis yang kerap dimiliki oleh orang-orang yang tidak nyaman dengan panggilan suara langsung. Mereka lebih memilih komunikasi tertulis seperti pesan singkat atau email.

1. Introvert

Salah satu ciri umum pada individu yang enggan menerima telepon adalah introversi. Bukan berarti anti-sosial, melainkan lebih nyaman dengan lingkungan yang tenang dan interaksi yang terkontrol.

Panggilan telepon bersifat spontan dan bisa mengganggu fokus serta waktu menyendiri yang dihargai oleh seorang introvert. Apalagi, komunikasi langsung sering kali menuntut respons cepat tanpa jeda untuk berpikir.

Introvert lebih memilih bentuk komunikasi yang memungkinkan waktu untuk merespons, seperti teks atau email, yang memberikan ruang untuk berpikir dan menyusun kata.

2. Sangat Sensitif

Orang yang sangat sensitif atau disebut highly sensitive person (HSP) memiliki tingkat kepekaan emosional yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Suara dering telepon yang mendadak bisa terasa sangat mengagetkan bagi mereka.

Respons emosional yang muncul bisa berlebihan dibandingkan dengan situasi sebenarnya, terutama ketika sedang fokus atau dalam suasana hati tertentu. Panggilan mendadak dapat meningkatkan kecemasan mereka secara signifikan.

Mereka lebih nyaman dengan komunikasi yang bisa dikendalikan, dan bukan yang datang tiba-tiba serta menguras energi emosional.

3. Pemikir Analitis

Mereka yang terbiasa berpikir secara mendalam dan terstruktur umumnya merasa tidak nyaman dengan percakapan telepon yang spontan. Pola pikir analitis memerlukan waktu untuk memproses informasi sebelum merespons.

Komunikasi lisan cenderung berjalan cepat dan tidak selalu logis, sehingga menyulitkan orang dengan kecenderungan ini untuk mengikuti alurnya secara nyaman.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore