
Ilustrasi seseorang sedang merenung atau merasa tertekan, menggambarkan beban mental akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa energi mental terkuras atau tiba-tiba merasa cemas tanpa alasan yang jelas di akhir hari? Mungkin ada kebiasaan kecil sehari-hari yang tanpa disadari ternyata memberikan dampak negatif pada kondisi psikologis Anda dari waktu ke waktu.
Sering kali, hal-hal yang kita anggap sepele atau normal dalam rutinitas ternyata bisa menggerogoti ketahanan mental secara perlahan tanpa kita sadari dampaknya. Melansir Geediting.com Kamis (15/05), ada delapan perilaku umum yang menurut psikologi dapat merusak kesehatan mental apabila terus dilakukan secara berkelanjutan.
1. Terlalu Memikirkan Setiap Keputusan
Satu di antara kebiasaan yang membebani mental adalah kecenderungan menganalisis berlebihan setiap pilihan kecil dalam hidup. Hal ini seringkali berujung pada kesulitan membuat keputusan, terkadang bahkan sampai membuat kita tidak melakukan apa-apa sama sekali.
2. Melakukan Percakapan Negatif dengan Diri Sendiri
Suara kritik di dalam kepala yang terus menerus meragukan kemampuan diri sendiri bisa sangat berbahaya bagi kesehatan mental. Pikiran-pikiran negatif ini membentuk cara pandang kita terhadap diri sendiri menjadi kurang baik dan penuh keraguan mendalam.
3. Terlalu Menyenangkan Orang Lain Sampai Lupa Diri
Memprioritaskan kebutuhan atau keinginan orang lain secara berlebihan di atas kebutuhan diri sendiri bisa sangat menguras energi emosional. Kebiasaan ini dapat menumbuhkan perasaan kesal atau dendam karena merasa tidak dihargai dalam hubungan interpersonal yang dijalani.
4. Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kegiatan membandingkan hidup atau pencapaian diri dengan orang lain, terutama yang terlihat sempurna di media sosial, seringkali memicu perasaan tidak mampu. Fokus pada pencapaian orang lain menghambat apresiasi terhadap proses dan kemajuan pribadi yang telah berhasil dilalui.
5. Mengabaikan Kualitas dan Kuantitas Tidur
Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang buruk secara konsisten akan melemahkan ketahanan emosional kita setiap hari. Masalah tidur yang kronis dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi yang mungkin sudah dirasakan sebelumnya.
6. Menghindari Perasaan Tidak Nyaman
Menekan atau mengabaikan emosi yang sulit seperti kesedihan, kemarahan, atau kekecewaan hanya akan membuat masalah semakin menumpuk di dalam diri. Emosi yang tidak dihadapi bisa bermanifestasi menjadi stres kronis atau bahkan keluhan fisik yang muncul tanpa sebab jelas.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
