Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 05.54 WIB

5 Ciri Orang yang Sering Menolak Dipuji, Pertanda Harga Diri Rendah?

5 Ciri Orang yang Sering Menolak Dipuji, Pertanda Harga Diri Rendah? - Image

5 Ciri Orang yang Sering Menolak Dipuji, Pertanda Harga Diri Rendah?

JawaPos.com - Di dunia yang terus mendorong pencapaian dan pengakuan, ada sebagian orang yang justru canggung saat menerima apresiasi.

Mereka menolak dipuji, bukan karena tidak menghargai perhatian orang lain, tetapi karena ada sesuatu yang lebih dalam di balik reaksi tersebut. Dalam banyak kasus, hal ini bisa berkaitan erat dengan harga diri dan kepribadian seseorang.

Dilansir dari Geediting, berikut ini lima ciri umum yang sering terlihat pada orang yang menolak dipuji, dan bisa jadi merupakan refleksi dari harga diri yang belum kokoh.

1. Terlalu Keras Mengkritik Diri Sendiri

Peneliti seperti Dr. Kristin Neff telah lama membahas tentang self-compassion, atau belas kasih terhadap diri sendiri. Sayangnya, bagi sebagian orang, mengkritik diri terasa jauh lebih alami daripada memuji diri sendiri.

Saat orang lain memberi pujian, reaksi otomatisnya justru menyanggah atau mengalihkan topik. Misalnya, ketika disebut pandai berbicara, mereka langsung berkata, “Ah, cuma kebetulan saja.”

Pola ini bisa muncul dari harga diri yang rendah, di mana mereka tidak melihat nilai yang sama dalam diri mereka seperti yang dilihat orang lain.

2. Mereka Menghindari Dicap Sombong

Dalam upaya menjaga kerendahan hati, sebagian orang secara tidak sadar menolak validasi dari luar. Ketika seseorang berkata, “Hebat banget hasil kerjamu,” responsnya justru, “Ah, sebenarnya biasa aja.”

Mereka tidak nyaman menerima pujian, karena takut terlihat angkuh. Padahal, terlalu sering menolak dipuji dengan dalih rendah hati justru bisa menjadi bentuk penyangkalan terhadap pencapaian diri sendiri.

3. Mereka Mengejar Kesempurnaan

Perfeksionis sering kesulitan menikmati keberhasilan, karena fokus mereka selalu pada apa yang belum sempurna.

Jadi, saat mendapat pujian, mereka malah sibuk memikirkan kekurangan kecil. “Iya sih, tapi harusnya bisa lebih bagus lagi,” begitu kira-kira respons mereka.

Kepribadian perfeksionis seperti ini kerap menjebak seseorang dalam standar tinggi yang terus-menerus memperlemah harga diri, bukannya memperkuatnya.

4. Bentuk Mekanisme Koping

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore