Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 16.20 WIB

7 Ucapan Kakek-Nenek yang Terasa Biasa Tapi Bisa Menyakiti Perasaan Cucu

Ilustrasi seorang nenek sedang berbicara dengan cucunya, menggambarkan interaksi antargenerasi dalam keluarga. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang nenek sedang berbicara dengan cucunya, menggambarkan interaksi antargenerasi dalam keluarga. (Freepik)

JawaPos.com - Hubungan antara kakek-nenek dan cucu sering kali dipenuhi dengan kasih sayang hangat serta kenangan indah tak terlupakan sepanjang masa. Namun, terkadang ada celah kecil yang bisa muncul meskipun tanpa disengaja dalam interaksi sehari-hari mereka.

Beberapa ucapan yang mungkin terdengar biasa di telinga generasi lebih tua ternyata bisa jadi terasa menyakitkan atau membingungkan bagi cucu di era sekarang. Ucapan-ucapan ini sering kali berasal dari cara pandang atau nilai yang sudah ketinggalan zaman namun tetap dipegang teguh.

Melansir Geediting.com pada Kamis (08/05), berikut adalah beberapa ucapan kakek-nenek yang secara tidak sengaja bisa melukai hati para cucu tercinta mereka.

1. “Zaman Kakek Nenek Dulu Itu…”

Ungkapan ini sering digunakan untuk membandingkan masa lalu yang dianggap lebih baik dengan kondisi saat ini yang mungkin dianggap kurang ideal. Cucu bisa merasa seolah pengalaman atau tantangan yang mereka hadapi sekarang dianggap tidak penting atau kurang berharga dibandingkan masa lalu.

2. “Kenapa Tidak Bisa Lebih Mirip Dengan…?”

Ucapan perbandingan ini sering kali ditujukan kepada saudara kandung, sepupu, atau teman yang dianggap memiliki kualitas lebih baik. Mendengar kalimat ini bisa membuat cucu merasa kurang dihargai atau tidak cukup baik apa adanya dibandingkan orang lain.

3. “Uang Tidak Tumbuh di Pohon”

Frasa klasik ini sering dilontarkan saat cucu meminta sesuatu yang dianggap mahal atau tidak perlu secara mendesak. Meskipun maksudnya mengajarkan nilai uang, penyampaian yang kaku bisa membuat cucu merasa bersalah atau takut untuk mengungkapkan kebutuhan mereka di kemudian hari.

4. “Anak Laki-laki Tidak Boleh Menangis”

Stereotip gender usang ini masih sering didengar dan bisa menekan emosi anak laki-laki yang sedang merasa sedih atau frustrasi. Mengatakan ini mengajarkan bahwa menunjukkan kerentanan emosional adalah hal yang lemah dan harus disembunyikan dari orang lain.

5. “Kamu Terlalu Muda Untuk Mengerti”

Ucapan ini sering digunakan untuk mengabaikan pertanyaan cucu tentang topik yang dianggap rumit atau tidak pantas untuk usia mereka. Kalimat ini bisa merendahkan kecerdasan atau keingintahuan alami cucu serta membuat mereka merasa tidak dianggap serius dalam pembicaraan penting.

6. “Jangan Berani Menjawab”

Ungkapan otoriter ini kerap diucapkan ketika cucu mencoba menyampaikan argumen atau pandangan berbeda secara sopan. Melarang cucu untuk 'menjawab' bisa menghambat kemampuan mereka untuk berpikir kritis, bernegosiasi, atau menyuarakan pendapat pribadi yang berbeda.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore