
Ilustrasi seseorang yang jarang menggunakan emoji saat chatting. (Freepik)
JawaPos.com - Emotikon atau emoji sering dianggap sebagai “gambar yang mewakili ribuan kata”. Di era digital saat ini, emoji kerap digunakan untuk memperjelas emosi dalam pesan singkat maupun unggahan media sosial.
Namun, tak sedikit pula orang yang memilih tidak menggunakannya. Bukan semata-mata karena tidak tahu cara pakainya, tetapi bisa jadi ada alasan psikologis yang melatarbelakanginya.
Psikologi menunjukkan bahwa orang yang jarang atau bahkan tidak pernah memakai emoji dalam percakapan teks cenderung memiliki pola komunikasi dan kebiasaan tertentu. Kebiasaan ini mencerminkan cara mereka mengekspresikan diri secara lebih dalam.
Jika mengenal seseorang yang cenderung menghindari emoji saat chatting, atau mungkin termasuk salah satu di antaranya, dilansir dari Geediting pada Jumat (2/5), berikut tujuh kebiasaan yang biasanya dimiliki menurut psikologi.
1. Mengutamakan Kejelasan dan Ketepatan dalam Komunikasi
Pengguna emoji sering memakainya sebagai jalan pintas untuk menyampaikan perasaan. Sebaliknya, mereka yang menghindarinya cenderung lebih suka menyampaikan pesan dengan kata-kata yang dipilih secara saksama.
Mereka menilai bahwa hanya kata-kata yang mampu menyampaikan makna dengan akurat. Bagi mereka, simbol tidak cukup mewakili nuansa emosi atau maksud yang ingin disampaikan.
2. Cenderung Lebih Introvert
Psikologi mengungkapkan bahwa orang yang menghindari penggunaan emoji cenderung memiliki sifat introvert. Mereka lebih nyaman mengekspresikan diri dengan tulisan tanpa tambahan simbol.
Gaya komunikasi mereka lebih langsung, satu lawan satu, dan lebih tertutup dalam menunjukkan emosi secara digital. Penggunaan emoji justru bisa terasa berlebihan atau kurang relevan bagi mereka.
3. Menjaga Privasi dalam Komunikasi Digital
Di tengah tren berbagi perasaan secara terbuka di media sosial, memilih tidak menggunakan emoji bisa menjadi bentuk sikap menjaga privasi. Mereka lebih selektif dalam menampilkan ekspresi diri kepada publik.
Bukan berarti tidak ingin terhubung, tetapi mereka memilih cara yang lebih tenang dan tertutup untuk menjaga batas antara dunia pribadi dan digital.
4. Lebih Menyukai Gaya Komunikasi Tradisional
Sebagian orang merasa bahwa percakapan yang mengalir secara alami tanpa hiasan simbol lebih autentik. Mereka cenderung menilai bahwa kata-kata memiliki nilai komunikasi yang lebih murni.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
