
Ilustrasi seseorang yang merasa canggung saat pelukan dengan orang lain (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, pelukan adalah bentuk ekspresi kasih sayang yang terasa begitu alami dan menghangatkan jiwa raga. Namun, ada juga individu yang justru merasa sangat tidak nyaman, canggung, atau bahkan sedikit gelisah ketika ada orang lain mencoba memeluk mereka.
Reaksi ini seringkali bukan karena mereka tidak menyukai orang itu, melainkan ada faktor-faktor mendalam dari pengalaman masa lalu yang memengaruhinya. Khususnya pengalaman saat tumbuh dewasa bisa membentuk preferensi atau ketidaknyamanan terhadap sentuhan fisik seperti pelukan.
Melansir dari Geediting.com, Selasa (22/4), beberapa pengalaman masa kecil bisa menjadi alasan utama mengapa seseorang merasa tidak nyaman dipeluk.
1. Kurangnya Sentuhan Fisik atau Kasih Sayang
Satu di antara pengalaman paling umum adalah dibesarkan dalam lingkungan di mana sentuhan fisik atau ekspresi kasih sayang minim. Mungkin keluarga tidak terbiasa menunjukkan afeksi melalui pelukan atau ciuman sehingga hal itu terasa asing.
2. Pengalaman Traumatis Terkait Sentuhan
Beberapa individu mungkin pernah mengalami peristiwa traumatis yang melibatkan sentuhan fisik selama masa kecil mereka. Pengalaman buruk itu bisa menciptakan asosiasi negatif yang kuat terhadap segala bentuk sentuhan fisik pada masa dewasa.
3. Dibesarkan di Lingkungan yang Tidak Ekspresif
Ada lingkungan keluarga yang cenderung lebih kaku atau tertutup dalam hal emosi dan ekspresi fisik terhadap satu sama lain. Anak yang tumbuh di sana mungkin belajar bahwa menunjukkan atau menerima afeksi melalui pelukan adalah sesuatu yang tidak biasa atau bahkan tabu dilakukan.
4. Diajari Pembatasan Sentuhan Fisik
Beberapa ajaran atau norma dalam keluarga mungkin menekankan bahwa sentuhan fisik harus dibatasi pada situasi tertentu saja. Mereka mungkin diajari sejak dini bahwa tidak semua orang boleh menyentuh atau memeluk mereka tanpa persetujuan eksplisit ketat.
5. Lingkungan Rumah yang Kurang Aman
Tumbuh di lingkungan rumah yang terasa tidak aman atau penuh ketegangan bisa membuat seseorang selalu waspada terhadap sekelilingnya. Ketidakamanan itu dapat meluas hingga ke ranah sentuhan fisik, membuat mereka enggan menurunkan pertahanan bahkan untuk sekadar pelukan.
6. Tidak Diajarkan Batasan Tubuh yang Sehat
Kurangnya pemahaman tentang batasan tubuh pribadi dan persetujuan dari orang tua juga bisa berkontribusi pada ketidaknyamanan ini. Mereka mungkin tidak diajari cara mengungkapkan kapan mereka siap atau tidak siap untuk menerima sentuhan, termasuk pelukan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
