
Ilustrasi kebiasaan sederhana orang yang sangat tenang (tawatchai07/freepik.com)
JawaPos.com - Orang yang tampak tenang bukan berarti hidupnya bebas dari masalah, tetapi mereka punya kebiasaan sederhana yang membantu menjaga keseimbangan pikiran dan emosi.
Mereka tidak membiarkan diri larut dalam kekacauan atau tekanan sehari-hari, melainkan menciptakan ruang bagi ketenangan lewat rutinitas yang penuh kesadaran.
Mereka memulai hari dengan tenang, entah itu melalui meditasi singkat, menyeduh kopi sambil menikmati pagi, atau hanya dengan menarik napas dalam-dalam sebelum menghadapi kesibukan.
Mengutip Nick Wignall, berikut ini deretan kebiasaan sederhana orang yang sangat tenang dan membuat kehidupannya menjadi jauh dari stres.
1. Menjaga ekspektasi tetap terkendali
Harapan sering muncul sebagai cara halus meredam rasa takut terhadap hal-hal yang tidak pasti. Saat merasa tak berdaya atau enggan menghadapi kenyataan, maka kita cenderung menciptakan skenario di kepala tentang bagaimana segalanya seharusnya terjadi. Ini memberi kesan seolah-olah kita punya kendali.
Sayangnya, ketenangan semu dari harapan itu hanya bertahan sebentar. Dalam jangka panjang, justru bisa memicu stres sebab kenyataan sering tak sesuai ekspektasi. Orang yang pikirannya tenang memahami bahwa melepaskan ekspektasi berlebih jauh lebih menenangkan dibandingkan terus bergantung pada harapan yang tak pasti.
2. Bertanggung jawab atas tindakannya
Dalam hidup, hanya sedikit hal yang benar-benar dapat kita kendalikan sepenuhnya. Menerima kenyataan ini memang tidak mudah untuk sebagian orang, perasaan tidak berdaya bisa sangat mengganggu, seolah mereka kehilangan pijakan. Sebagai respons, banyak orang mencoba meyakinkan diri bahwa mereka harus mampu mengatur segalanya.
Tapi saat kenyataan tidak sejalan dengan rencana, yang muncul justru rasa frustrasi, stres, dan kekecewaan. Menyalahkan diri sendiri atas hal-hal di luar kendali hanya akan memperburuk tekanan emosional. Sebaliknya, orang yang mampu membedakan mana yang bisa dikendalikan dan mana yang perlu dilepaskan, biasanya lebih tenang dan lebih damai dalam menghadapi hidup.
3. Merangkul JOMO
Orang yang benar-benar tenang tak terpancing oleh FOMO (Fear of Missing Out). Sebaliknya, mereka merayakan JOMO Joy of Missing Out yakni kegembiraan karena memilih tidak ikut-ikutan. Mereka sadar bahwa melewatkan sesuatu yang seru bukanlah kerugian jika itu berarti menjaga komitmen pada diri sendiri, memilih kesehatan, ketenangan, dan keputusan yang selaras dengan nilai hidup mereka.
Mereka tak dikendalikan oleh dorongan sesaat, namun membuat pilihan berdasarkan apa yang penting dalam jangka panjang. Inilah kunci ketenangan sejati, di mana hidup dengan sadar dan memilih yang terbaik terhadap diri sendiri, meski itu berarti berkata "tidak" pada hal-hal yang tampak menggoda.
4. Menetapkan batasan yang sehat
Saat kamu tidak punya batasan yang jelas, maka kamu cenderung menyerap beban dan stres orang lain seolah itu tanggung jawabmu sendiri. Tak heran apabila ketenangan jadi terasa jauh dari jangkauan. Kuncinya terletak pada keberanian menerima bahwa kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
