Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 03.07 WIB

Jika Anda Kesulitan Akrab dengan Saudara Kandung Anda, 7 Pengalaman Masa Kecil Ini Mungkin Menjelaskan Alasannya Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang lebih cocok menjadi pemimpin - Image

Ilustrasi seseorang yang lebih cocok menjadi pemimpin

JawaPos.com - Hubungan dengan saudara kandung bisa menjadi sumber kehangatan, persahabatan seumur hidup, dan dukungan emosional yang kuat.

Namun kenyataannya, tidak semua orang merasa dekat atau akrab dengan saudara mereka sendiri.

Bahkan, bagi sebagian orang, interaksi dengan saudara kandung justru menjadi sumber stres, konflik, atau bahkan rasa asing.

Jika Anda termasuk orang yang merasa sulit bergaul dengan saudara kandung Anda, mungkin bukan karena Anda atau mereka "bermasalah" — bisa jadi akar persoalannya tertanam dalam pengalaman masa kecil yang dulu tampak biasa saja, tapi sebenarnya berdampak besar terhadap dinamika hubungan Anda.

Dilansir dari Senin (14/4), terdapat tujuh pengalaman masa kecil yang menurut psikologi bisa menjelaskan mengapa Anda dan saudara kandung Anda sulit akur atau merasa tidak dekat satu sama lain.

1. Pola Perlakuan yang Tidak Setara dari Orang Tua

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa perlakuan yang tidak adil atau tidak merata dari orang tua bisa menciptakan luka emosional yang mendalam di antara saudara kandung.

Jika Anda merasa saudara Anda lebih disayang, lebih dibela, atau lebih dimanja, sementara Anda harus "berjuang sendiri", perasaan cemburu dan tidak percaya bisa tumbuh diam-diam.

Seiring waktu, perasaan ini bisa berubah menjadi jarak emosional.

Anda mungkin merasa tidak nyaman berbagi hal pribadi dengan saudara Anda karena ada luka lama yang belum sembuh.

2. Kompetisi yang Tidak Sehat dalam Keluarga

Beberapa keluarga secara sadar atau tidak sadar menanamkan budaya persaingan antar saudara.

Entah itu soal nilai sekolah, pencapaian, atau bahkan perhatian orang tua — semuanya jadi ajang adu siapa yang lebih baik.

Jika Anda tumbuh dalam suasana seperti ini, kemungkinan besar Anda dan saudara Anda melihat satu sama lain bukan sebagai teman, tetapi sebagai rival.

Meskipun sekarang sudah dewasa, pola pikir kompetitif itu bisa tetap tertanam dan menyulitkan hubungan yang hangat dan tulus.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore