Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 01.34 WIB

Orang yang Sering Meluangkan Waktu untuk Meninggalkan Review Buruk tentang Restoran Biasanya Memiliki 7 Sifat Khusus Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang meninggalkan review buruk tentang restoran. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang meninggalkan review buruk tentang restoran. (Freepik).


JawaPos.com - Ada hal menarik yang sering luput dari perhatian soal orang-orang yang gemar meninggalkan ulasan buruk tentang restoran. Ternyata, bukan sekadar soal rasa kecewa atau ketidakpuasan semata. Lebih dalam dari itu, kebiasaan ini berkaitan erat dengan kepribadian seseorang.

Psikologi menyebut bahwa mereka yang terbiasa menulis review negatif memiliki tujuh sifat khusus. Sifat-sifat ini tidak hanya menggambarkan selera makan mereka, tetapi juga cara pandang dan karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Di era digital seperti sekarang, saat hampir semua orang terhubung lewat media sosial dan platform ulasan online, memahami sifat-sifat ini bisa memberi kita gambaran yang menarik. Kita jadi bisa melihat lebih jauh apa yang sebenarnya mendorong mereka melakukan hal tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (13/4), berikut tujuh sifat yang kerap ditemukan pada mereka, berdasarkan penjelasan para ahli psikologi.

1. Ekspresif terhadap Pengalaman Pribadi

Mereka bukan sekadar vokal, tetapi punya dorongan kuat untuk membagikan sudut pandang pribadi mereka kepada orang lain. Kebiasaan ini bukan hanya terlihat di dunia maya, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari.

Psikolog ternama Carl Rogers pernah mengatakan, “Yang paling personal justru paling universal.” Ungkapan ini menggambarkan bagaimana mereka merasa pengalaman pribadinya bisa mewakili banyak orang. Lewat review yang ditulis, mereka ingin memberikan gambaran soal seperti apa sebenarnya suasana dan pelayanan di restoran tertentu.

2. Memiliki Ekspektasi Tinggi

Orang-orang ini biasanya datang ke restoran dengan harapan besar. Mungkin kamu pernah bertemu teman seperti ini—yang sejak makanan dihidangkan langsung menilai soal tampilan, rasa, hingga detail kecil seperti tekstur saus.

Buat sebagian orang, pengalaman bersantap biasa saja bisa jadi sudah cukup. Namun, bagi mereka yang punya standar tinggi, sedikit saja kekurangan bisa jadi alasan untuk menuangkan kekecewaan lewat ulasan negatif. Ekspektasi yang tinggi membuat mereka merasa perlu memberi tahu orang lain ketika sesuatu tidak sesuai harapan.

3. Mengutamakan Kejujuran

Tak jarang kita menemukan review yang terasa sangat blak-blakan, bahkan cenderung pedas. Mereka memang tidak ragu menyampaikan kritik secara lugas, seburuk apa pun kenyataannya.

Bagi mereka, kejujuran adalah prinsip utama. Seperti kata Sigmund Freud, “Bersikap benar-benar jujur pada diri sendiri adalah latihan yang baik.” Prinsip ini mereka bawa saat menulis review, karena percaya bahwa kejujuran, meskipun menyakitkan, perlu disampaikan demi kebaikan bersama.

4. Ingin Memberi Pengaruh

Lebih dari sekadar meluapkan kekecewaan, ulasan buruk mereka sebenarnya bertujuan memengaruhi keputusan orang lain. Mereka ingin calon pengunjung tahu lebih dulu tentang pengalaman buruk yang mereka alami.

Secara psikologis, informasi negatif memang cenderung dianggap lebih penting dan dipercaya ketimbang ulasan positif. Karena itu, review mereka bisa menjadi pertimbangan yang cukup menentukan bagi orang-orang yang sedang mencari tempat makan. Dalam hal ini, mereka merasa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik.

5. Menjunjung Tinggi Tanggung Jawab

Satu hal yang juga melekat pada mereka adalah rasa tanggung jawab yang besar. Mereka percaya bahwa restoran atau penyedia layanan wajib bertanggung jawab atas kualitas yang ditawarkan.

Saat menemukan kekurangan, mereka bukan hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga berharap ada perbaikan. Ulasan buruk yang mereka buat bukan sekadar pelampiasan emosi, tetapi wujud dorongan agar standar pelayanan bisa meningkat. Seperti yang dikatakan psikolog Albert Bandura, “Untuk sukses, orang perlu rasa percaya diri, dan berjuang bersama menghadapi tantangan.”

6. Peduli terhadap Pengalaman Orang Lain

Mungkin terdengar berlawanan, tetapi sesungguhnya orang-orang ini menulis review negatif karena peduli. Mereka peduli terhadap restoran itu sendiri, pengalaman makan di sana, serta kenyamanan pengunjung lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore