
Ilustrasi seseorang yang meninggalkan review buruk tentang restoran. (Freepik).
JawaPos.com - Ada hal menarik yang sering luput dari perhatian soal orang-orang yang gemar meninggalkan ulasan buruk tentang restoran. Ternyata, bukan sekadar soal rasa kecewa atau ketidakpuasan semata. Lebih dalam dari itu, kebiasaan ini berkaitan erat dengan kepribadian seseorang.
Psikologi menyebut bahwa mereka yang terbiasa menulis review negatif memiliki tujuh sifat khusus. Sifat-sifat ini tidak hanya menggambarkan selera makan mereka, tetapi juga cara pandang dan karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital seperti sekarang, saat hampir semua orang terhubung lewat media sosial dan platform ulasan online, memahami sifat-sifat ini bisa memberi kita gambaran yang menarik. Kita jadi bisa melihat lebih jauh apa yang sebenarnya mendorong mereka melakukan hal tersebut.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (13/4), berikut tujuh sifat yang kerap ditemukan pada mereka, berdasarkan penjelasan para ahli psikologi.
Mereka bukan sekadar vokal, tetapi punya dorongan kuat untuk membagikan sudut pandang pribadi mereka kepada orang lain. Kebiasaan ini bukan hanya terlihat di dunia maya, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari.
Psikolog ternama Carl Rogers pernah mengatakan, “Yang paling personal justru paling universal.” Ungkapan ini menggambarkan bagaimana mereka merasa pengalaman pribadinya bisa mewakili banyak orang. Lewat review yang ditulis, mereka ingin memberikan gambaran soal seperti apa sebenarnya suasana dan pelayanan di restoran tertentu.
Orang-orang ini biasanya datang ke restoran dengan harapan besar. Mungkin kamu pernah bertemu teman seperti ini—yang sejak makanan dihidangkan langsung menilai soal tampilan, rasa, hingga detail kecil seperti tekstur saus.
Buat sebagian orang, pengalaman bersantap biasa saja bisa jadi sudah cukup. Namun, bagi mereka yang punya standar tinggi, sedikit saja kekurangan bisa jadi alasan untuk menuangkan kekecewaan lewat ulasan negatif. Ekspektasi yang tinggi membuat mereka merasa perlu memberi tahu orang lain ketika sesuatu tidak sesuai harapan.
Tak jarang kita menemukan review yang terasa sangat blak-blakan, bahkan cenderung pedas. Mereka memang tidak ragu menyampaikan kritik secara lugas, seburuk apa pun kenyataannya.
Bagi mereka, kejujuran adalah prinsip utama. Seperti kata Sigmund Freud, “Bersikap benar-benar jujur pada diri sendiri adalah latihan yang baik.” Prinsip ini mereka bawa saat menulis review, karena percaya bahwa kejujuran, meskipun menyakitkan, perlu disampaikan demi kebaikan bersama.
Lebih dari sekadar meluapkan kekecewaan, ulasan buruk mereka sebenarnya bertujuan memengaruhi keputusan orang lain. Mereka ingin calon pengunjung tahu lebih dulu tentang pengalaman buruk yang mereka alami.
Secara psikologis, informasi negatif memang cenderung dianggap lebih penting dan dipercaya ketimbang ulasan positif. Karena itu, review mereka bisa menjadi pertimbangan yang cukup menentukan bagi orang-orang yang sedang mencari tempat makan. Dalam hal ini, mereka merasa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik.
Satu hal yang juga melekat pada mereka adalah rasa tanggung jawab yang besar. Mereka percaya bahwa restoran atau penyedia layanan wajib bertanggung jawab atas kualitas yang ditawarkan.
Saat menemukan kekurangan, mereka bukan hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga berharap ada perbaikan. Ulasan buruk yang mereka buat bukan sekadar pelampiasan emosi, tetapi wujud dorongan agar standar pelayanan bisa meningkat. Seperti yang dikatakan psikolog Albert Bandura, “Untuk sukses, orang perlu rasa percaya diri, dan berjuang bersama menghadapi tantangan.”
Mungkin terdengar berlawanan, tetapi sesungguhnya orang-orang ini menulis review negatif karena peduli. Mereka peduli terhadap restoran itu sendiri, pengalaman makan di sana, serta kenyamanan pengunjung lain.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
