
Ilustrasi orang yang malas membalas chat/freepik
JawaPos.com - Dilema paling klasik ketika seseorang mengirimkan pesan adalah pertanyaan “apakah aku harus mengirimkan pesan lagi?”. Fenomena double texting sering membuat kondisi menjadi gelisah.
Contoh paling umum dari double texting adalah mengirim pesan lanjutkan kepada orang yang kita sukai, hanya untuk memastikan apakah pesan sebelumnya sudah diterima.
Padahal, beberapa orang yang kita hubungi mungkin sedang sibuk, jadi sehingga jangan langsung berpikiran negatif terlebih dahulu bahwa anda merasa diabaikan.
Double texting sebenarnya sah-sah saja dalam kondisi tertentu seperti saat situasi mendesak dan harus segera ditanggapi.
Namun hal ini seharusnya dihindari ketika mengirim pesan kepada orang yang baru dikenal. Mereka bisa menilai anda sebagai pribadi yang kurang sabar, terlalu agresif, putus asa, bahkan tidak punya kesibukan lain.
Agar double texting menjadi wajar, anda perlu tahu kapan waktunya untuk berhenti. Jika orang tersebut tidak membalas pesan anda maka, ada baiknya untuk tidak melanjutkan percakapan.
Agar rasa gelisah berkurang saat mengirim pesan, anda bisa mengalihkan perhatian, memulai topik baru, atau langsung menelpon orang yang bersangkutan agar lebih efektif.
Untuk memahaminya lebih dalam, anda bisa menyimak rangkuman berikut. Mengutip dari laman verywellmind.com inilah kondisi yang tepat dan etika saat melakukan double texting.
Kapan double texting dianggap wajar?
Saat meminta maaf karena salah kirim atau salah kata
Mengkonfirmasi suatu janji
Obrolan masih berlanjut
Sudah akrab dengan orang tersebut
Sudah lewat sehari dan belum ada balasan
Kondisi yang harus dihindari ketika double texting

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
