Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 17.32 WIB

Jika Seseorang Mengangkat 7 Topik Ini dalam Percakapan, Mereka Adalah Komunikator Berkualitas Rendah, Salah Satunya Terpaku pada Gosip

Ilustrasi komunikator andal (Freepik)

JawaPos.com - Ada kesenjangan yang sangat besar antara menjadi komunikator yang hebat dan yang tidak terlalu hebat. Apa bedanya? Ini semua tentang topik yang mereka pilih untuk dibicarakan.

Komunikator berkualitas rendah sering kali mengangkat topik tertentu yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kebingungan, atau bahkan konflik. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka melakukannya, tetapi dampaknya pada percakapan tidak dapat disangkal.

Sekarang, saya tidak mengatakan bahwa kita harus menghindari topik-topik yang sulit sama sekali. Namun, komunikasi yang baik melibatkan pengetahuan tentang kapan dan bagaimana cara mendekati topik-topik ini, jika ada.

Jadi, apa saja tanda bahaya dalam percakapan ini? Apa saja topik yang membuat seseorang menjadi komunikator berkualitas rendah? Dikutip dari geediting pada Sabtu (22/3), dalam artikel ini, saya akan mengungkapkan tujuh tanda yang harus diperhatikan dalam interaksi sehari-hari Anda.

Mari selami dan pelajari cara meningkatkan permainan komunikasi kita.

1) Mereka terpaku pada gosip

Anda tahu tipenya. Mereka selalu ingin berbagi berita skandal terbaru tentang kehidupan orang lain. Masalahnya, percakapan yang berkisar pada gosip jarang sekali menghasilkan sesuatu yang produktif atau positif.

Bergosip dapat dengan cepat menciptakan suasana negatif. Ini semua tentang mendiskusikan masalah orang lain, biasanya tanpa niat untuk memberikan bantuan atau solusi. Lebih sering daripada tidak, ini hanya sarana untuk menghakimi atau menciptakan drama.

Sekarang, ada perbedaan antara berbagi berita tentang teman dan bergosip. Yang terakhir ini melibatkan penyebaran rumor, informasi pribadi, atau informasi negatif yang mungkin tidak benar.

Ketika seseorang terus-menerus mengungkit gosip dalam percakapan, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka adalah komunikator yang berkualitas rendah. Mereka mungkin lebih tertarik untuk mengaduk-aduk masalah daripada melakukan diskusi yang bermakna dan saling menghormati.

Komunikasi yang baik melibatkan rasa saling menghormati dan memahami, bukan menjatuhkan orang lain di belakang mereka.

2) Mereka selalu mengarah ke hal-hal negatif

Pernahkah Anda bercakap-cakap dengan seseorang yang tampaknya memiliki awan gelap yang terus-menerus menggantung di atas kepala mereka? Saya ingat pernah memiliki rekan kerja yang seperti ini. Setiap rapat pagi, apa pun topiknya, entah bagaimana dia selalu berhasil membelokkan pembicaraan ke arah yang negatif.

Entah itu mengkritik keputusan manajemen, mengeluhkan beban kerja, atau meramalkan malapetaka dan kesuraman untuk masa depan perusahaan, dia adalah seorang ahli dalam mengubah diskusi apa pun menjadi kata-kata kasar yang pesimis.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore