Ilustrasi komunikator andal (Freepik)
JawaPos.com - Ada kesenjangan yang sangat besar antara menjadi komunikator yang hebat dan yang tidak terlalu hebat. Apa bedanya? Ini semua tentang topik yang mereka pilih untuk dibicarakan.
Komunikator berkualitas rendah sering kali mengangkat topik tertentu yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kebingungan, atau bahkan konflik. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka melakukannya, tetapi dampaknya pada percakapan tidak dapat disangkal.
Sekarang, saya tidak mengatakan bahwa kita harus menghindari topik-topik yang sulit sama sekali. Namun, komunikasi yang baik melibatkan pengetahuan tentang kapan dan bagaimana cara mendekati topik-topik ini, jika ada.
Jadi, apa saja tanda bahaya dalam percakapan ini? Apa saja topik yang membuat seseorang menjadi komunikator berkualitas rendah? Dikutip dari geediting pada Sabtu (22/3), dalam artikel ini, saya akan mengungkapkan tujuh tanda yang harus diperhatikan dalam interaksi sehari-hari Anda.
Mari selami dan pelajari cara meningkatkan permainan komunikasi kita.
1) Mereka terpaku pada gosip
Anda tahu tipenya. Mereka selalu ingin berbagi berita skandal terbaru tentang kehidupan orang lain. Masalahnya, percakapan yang berkisar pada gosip jarang sekali menghasilkan sesuatu yang produktif atau positif.
Bergosip dapat dengan cepat menciptakan suasana negatif. Ini semua tentang mendiskusikan masalah orang lain, biasanya tanpa niat untuk memberikan bantuan atau solusi. Lebih sering daripada tidak, ini hanya sarana untuk menghakimi atau menciptakan drama.
Sekarang, ada perbedaan antara berbagi berita tentang teman dan bergosip. Yang terakhir ini melibatkan penyebaran rumor, informasi pribadi, atau informasi negatif yang mungkin tidak benar.
Ketika seseorang terus-menerus mengungkit gosip dalam percakapan, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka adalah komunikator yang berkualitas rendah. Mereka mungkin lebih tertarik untuk mengaduk-aduk masalah daripada melakukan diskusi yang bermakna dan saling menghormati.
Komunikasi yang baik melibatkan rasa saling menghormati dan memahami, bukan menjatuhkan orang lain di belakang mereka.
2) Mereka selalu mengarah ke hal-hal negatif
Pernahkah Anda bercakap-cakap dengan seseorang yang tampaknya memiliki awan gelap yang terus-menerus menggantung di atas kepala mereka? Saya ingat pernah memiliki rekan kerja yang seperti ini. Setiap rapat pagi, apa pun topiknya, entah bagaimana dia selalu berhasil membelokkan pembicaraan ke arah yang negatif.
Entah itu mengkritik keputusan manajemen, mengeluhkan beban kerja, atau meramalkan malapetaka dan kesuraman untuk masa depan perusahaan, dia adalah seorang ahli dalam mengubah diskusi apa pun menjadi kata-kata kasar yang pesimis.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
