Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 20.56 WIB

7 Tanda Verbal yang Memperlihatkan Seseorang Berbohong dan Harus Diperhatikan agar Tidak Tertipu

Ilustrasi tanda verbal seseorang berbohong (master1305/freepik.com) - Image

Ilustrasi tanda verbal seseorang berbohong (master1305/freepik.com)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, berobohong ternyata lebih sering terjadi daripada yang kita sadari. Membedakan antara fakta dan kebohongan bisa jadi cukup sulit, tetapi ada ahli yang terlatih, seperti psikolog, psikoterapis, dan pembaca bahasa tubuh yang memiliki kemampuan khusus guna mendeteksi kebohongan.

Selain isyarat non-verbal yang sangat penting untuk mengidentifikasi penipuan, tanda-tanda verbal juga dapat mengungkapkan ketidakjujuran seseorang. Dengan memahami kedua elemen ini, kita dapat lebih mudah mengenali ketika seseorang tidak mengatakan yang sebenarnya. Dilansir dari Lie Detector, berikut deretan tanda verbal yang memperlihatkan seseorang berbohong dan harus diperhatikan agar tidak tertipu.

1. Mengulang atau mengubah pertanyaan

Orang yang terbiasa berbohong biasanya menggunakan taktik mengulur waktu guna menghindari pertanyaan langsung. Salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan mengulang atau mengubah pertanyaan yang diajukan kepada mereka.

Langkah ini memberi mereka waktu tambahan untuk menyusun jawaban yang lebih meyakinkan, sehingga kebohongan mereka terdengar lebih masuk akal. Dengan mengubah fokus percakapan, mereka berupaya mengalihkan perhatian dan memberi kesan bahwa mereka sedang berpikir secara hati-hati, padahal tujuannya adalah mengarang cerita yang lebih persuasif.

2. Tidak memakai kontraksi

Pembohong sering berusaha membuat pernyataan mereka terdengar lebih serius dan kredibel dengan menghindari penggunaan singkatan atau frasa yang terlalu santai. Sebagai contoh, mereka mungkin akan menghindari mengatakan "Aku tidak melakukannya," dan memilih mengatakan, "Aku sama sekali tidak terlibat dalam hal itu."

Dengan berbicara lebih formal, pembohong berupaya membuat pernyataan mereka terdengar lebih kredibel. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan perubahan gaya bahasa, seperti menghindari singkatan, karena ini mampu menjadi cara mereka mencoba meyakinkanmu, meskipun mungkin ada kebohongan yang tersembunyi.

3. Terlalu menekankan kejujuran

Pembohong biasnaya berusaha meyakinkan orang lain dengan menekankan kejujuran mereka lewat frasa seperti sejujurnya atau percayalah. Dengan menggunakan ungkapan-ungkapan ini, maka mereka berusaha menambah bobot pada pernyataan mereka, seolah-olah menegaskan bahwa apa yang mereka katakan benar adanya.

Tujuannya adalah membangun rasa kepercayaan dan mengurangi keraguan. Namun, ketika seseorang terlalu sering mengulang kata-kata seperti ini, justru bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa perlu meyakinkan orang lain tentang kebenaran yang mungkin sebenarnya diragukan. Ini merupakan salah satu trik psikologis yang digunakan untuk menutupi kebohongan dan membuat pernyataan mereka terdengar lebih meyakinkan.

4. Menggunakan bahasa berkualitas

Pembohong sering memakai frasa yang mengandung kualifikasi, seperti sejauh yang diingat atau mungkin, demi menciptakan kesan ketidakpastian dan menghindari komitmen penuh terhadap apa yang mereka katakan. Dengan cara ini, mereka memberi diri mereka celah dalam menghindari tanggung jawab jika kebohongan mereka akhirnya terbongkar.

Frasa semacam ini memberikan ruang bagi mereka untuk mengelak dan beralasan bahwa mereka tidak sepenuhnya yakin atau tidak ingat dengan jelas, padahal ini sebenarnya merupakan upaya untuk mengurangi potensi konsekuensi dari penipuan mereka.

5. Memakai sudut pandang orang ketiga

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore