Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 12.50 WIB

Menurut Psikologi: 6 Tanda Halus Anda Meremehkan Diri Sendiri Tanpa Menyadarinya, Waktunya Melakukan Refleksi Diri!

Ilustrasi enam tanda halus yang menunjukkan bahwa Anda meremehkan diri sendiri tanpa menyadarinya./Pexels. - Image

Ilustrasi enam tanda halus yang menunjukkan bahwa Anda meremehkan diri sendiri tanpa menyadarinya./Pexels.

JawaPos.com - Ada perbedaan tipis antara kerendahan hati dan sikap merendahkan diri.

Sederhananya, meremehkan diri sendiri seperti berjalan-jalan dengan label diskon permanen.

Anda terus menerus meremehkan diri sendiri, tanpa menyadari nilai diri Anda yang sebenarnya.

Menurut Psikologi, terdapat tanda-tanda halus bahwa Anda meremehkan diri sendiri tanpa menyadarinya.

Petunjuk-petunjuk ini seperti bel yang berbunyi, mengisyaratkan bahwa sudah waktunya untuk melakukan refleksi diri dan penyesuaian diri yang serius.

Dilansir dari Geediting, terdapat enam tanda halus yang menunjukkan bahwa Anda meremehkan diri sendiri tanpa menyadarinya.

1. Ahli dalam merendahkan diri sendiri

Siapa yang tidak suka lelucon yang bagus? Kita semua suka. Terutama jika lelucon itu tentang diri kita sendiri, bukan? Tidak ada salahnya sedikit merendahkan diri untuk mencairkan suasana.

Memiliki selera humor adalah satu hal, tetapi menggunakannya sebagai perisai atau alat untuk meremehkan harga diri Anda adalah hal yang lain.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Carl Jung, salah satu psikolog paling berpengaruh di abad ke-20, “Hal yang paling menakutkan adalah menerima diri sendiri sepenuhnya.”

Jika lelucon Anda lebih bertujuan untuk menyembunyikan rasa tidak aman daripada menunjukkan kecerdasan Anda, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali cara Anda memandang diri sendiri. Kenali nilai diri Anda dan terimalah nilai tersebut tanpa rasa takut atau ragu.

2. Selalu mengatakan 'maaf'

Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus meminta maaf meskipun sebenarnya tidak perlu, itu mungkin pertanda bahwa Anda meremehkan diri sendiri. Seolah-olah Anda merasa perlu meminta maaf karena bersikap angkuh atau mengambil alih ruang.

Psikolog terkenal Dr. Brené Brown pernah berkata, “Rasa memiliki dimulai dengan penerimaan diri. Tingkat rasa memiliki Anda, pada kenyataannya, tidak akan pernah lebih tinggi dari tingkat penerimaan diri Anda.”

Ini menyadari pentingnya menegaskan diri tanpa perlu meminta maaf. Sekarang, Anda dapat lebih memperhatikan permintaan maaf yang terus-menerus dan berusaha untuk menegaskan diri dengan percaya diri tanpa merasa bersalah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore