Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 02.00 WIB

Hindari 7 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Sering Dilakukan ketika Berkomunikasi Ini

Ilustrasi dua orang yang saling berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bahasa tubuh memainkan peran penting dalam komunikasi. Bahasa tubuh dapat memberikan penekanan atau konteks yang jelas bagi lawan bicara kita. Namun, jika terlalu fokus mengatur gerakan tubuh, kita justru bisa terlihat kurang alami atau bahkan tidak jujur.

Kesalahpahaman dapat terjadi ketika gerakan tubuh kita tidak sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan. Dilansir dari laman verywellmind, berikut ini beberapa kesalahan bahasa tubuh lainnya yang perlu diperhatikan.

1. Menyilangkan Tangan atau Kaki

Menyilangkan tangan adalah kebiasaan umum, terutama saat seseorang merasa nyaman. Namun, banyak orang yang menafsirkannya sebagai tanda bosan, serius, atau bahkan tidak sabar. Bahasa tubuh ini juga bisa memberikan kesan menutup diri dari lawan bicara.

Jika ingin menyilangkan tangan karena kedinginan, ada baiknya mengatakannya secara langsung. Ini bisa membantu mengurangi kesan dingin atau defensif yang mungkin ditangkap oleh orang lain.

2. Gelisah atau Gerakan Gugup

Gelisah bisa terjadi tanpa disadari, baik karena gugup, bosan, atau energi berlebih. Kebiasaan seperti mengetuk jari, memutar rambut, atau terus-menerus membetulkan sesuatu bisa memberi kesan bahwa anda tidak fokus atau tidak nyaman.

Namun, penting juga untuk memahami bahwa bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut bisa menjadi cara untuk menenangkan diri. Bagi mereka, hal tersebut bukanlah tanda ketidaksopanan, melainkan cara mereka menjaga ketenangan diri.

3. Mengalihkan Pandangan atau Terlalu Sering Melihat Handphone

Menghindari tatapan saat berbicara bisa membuat lawan bicara bertanya-tanya apakah anda tidak tertarik, cemas, atau sedang berbohong.

"Mata adalah alat komunikasi yang kuat, dan jika kita menghindarinya, kita bisa menciptakan jarak emosional yang membuat percakapan terasa hampa," ucap Patricia Dixon, seorang psikolog klinis berlisensi dan penulis di Tampa Bay, Florida.

Sementara itu, kebiasaan mengambil ponsel di tengah obrolan mungkin terasa wajar, tetapi tetap bisa memberi kesan bahwa kita tidak benar-benar peduli dengan percakapan yang sedang berlangsung.

4. Meletakkan Kepala di Tangan

Kebiasaan menopang kepala dengan tangan di pipi atau dagu saat mendengarkan sering kali dianggap sebagai hal biasa. Namun, dalam situasi profesional, ini bisa menjadi masalah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore