
Foto seorang perempuan sedang merasa kesal. (Freepik)
JawaPos.com - Membuat orang lain senang atau bahagia dapat menjadi sesuatu yang sangat baik, namun jangan sampai berlebihan. Karena beberapa hal yang kita lakukan untuk membuat orang lain senang dapat merugikan kita.
Dalam dunia sosial kita akan bertemu dengan orang-orang yang cenderung mengorbankan banyak hal atau dirinya demi membuat senang orang lain. Orang-orang ini disebut people pleaser.
Dilansir dari Halodoc, people pleaser seringkali juga melakukan hal-hal yang berlebihan atau bahkan tidak seharusnya dilakukan demi orang lain. Sehingga akan berdampak buruk kepada dirinya sendiri. Perlu diketahui, julukan ini hanya label informal yang digunakan untuk menggambarkan perilaku saja dan bukan penyakit mental.
Dilansir dari Calm, perilaku ini dapat menyebabkan kelelahan mental, emosi, kecemasan dan stres. Mengetahui dan menyadari perilaku yang salah ini sudah menjadi tahap pertama dalam mengubah diri untuk menjadi lebih baik.
Ciri-ciri
Dilansir dari Very Well Mind, orang-orang dengan perilaku ini dapat menunjukkan ciri-ciri ini:
- Kesulitan untuk menolak atau mengatakan ‘tidak’ pada permintaan orang lain.
- Sering memikirkan opini orang lain.
- Merasa bersalah karena menolak permintaan orang lain.
- Adanya ketakutan akan dicap jahat atau egois apabila menolak permintaan orang lain.
- Akan menerima permintaan bahkan walaupun tidak menyukai tugas tersebut.
- Kesulitan untuk percaya diri.
- Sangat ingin untuk orang lain menyukai dirinya.
- Sering meminta maaf.
- Sering mengorbankan diri walaupun bukan salahnya.
- Sering tidak memiliki waktu untuk istirahat untuk memenuhi permintaan atau tugas-tugas yang diberikan.
- Seringkali menghiraukan kebutuhan dirinya sendiri demi orang lain.
- Berpura-pura setuju walaupun sebenarnya tidak.
People pleaser cenderung sangat mudah untuk menangkap atau merasakan perasaan orang lain, atau empatetik, dan sangat murah hati. Karena itu, banyak orang jahat sering memanfaatkannya.
Dampaknya terhadap diri sendiri
Dampak paling umum yang terjadi pada people pleaser adalah stres karena usaha mereka yang sangat keras demi memenuhi permintaan dan menyenangkan orang lain. Di saat yang sama, mereka juga akan mengalami kelelahan karena tidak lagi akan menikmati waktu untuk istirahat secara mental dan fisik.
Karena people pleaser sering menghabiskan waktu mereka untuk menyenangkan orang lain, mereka akan kehabisan waktu untuk diri mereka sendiri. Sehingga mereka akan mengabaikan kebutuhan diri mereka sendiri.
Para people pleaser juga akan cenderung merasakan ketidaksukaan hingga kebencian kepada diri sendiri apabila menolak permintaan orang. Hal ini akan menyebabkan amarah dan frustasi.
Bagaimana cara untuk berhenti
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dilansir dari Psychology Today, menyadari perilaku yang salah ini merupakan tahap pertama untuk menjadi pribadi lebih baik. Dari kesadaran ini pula kita dapat mulai menghormati diri sendiri selayaknya orang lain. Serta menyadari bahwa yang dilakukan ini tidak membantu diri kita sama sekali.
Kita juga harus menyadari bahwa menolong orang secara berlebihan malah memperburuk hubungan kita dengan orang tersebut, bukannya memperkuat hubungan kita dengan mereka.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
