
Ilustrasi orang yang sedang putus cinta.
JawaPos.com-Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa ada orang yang begitu mudah menemukan cinta, sementara yang lain terus mengalami kegagalan dalam hubungan romantis?
Banyak orang mengira bahwa menemukan cinta sejati hanyalah masalah kesempatan—bertemu dengan orang yang tepat di waktu yang tepat. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa cara kita berpikir tentang cinta sangat berpengaruh pada keberhasilan hubungan kita.
Orang yang sukses dalam percintaan umumnya percaya bahwa cinta itu melimpah dan selalu ada peluang untuk menemukan pasangan yang cocok. Mereka mendekati hubungan dengan rasa ingin tahu dan keterbukaan, bukan dengan ketakutan atau rasa tidak percaya diri.
Sebaliknya, mereka yang sering gagal dalam hubungan biasanya memiliki keyakinan negatif tentang cinta, misalnya:
"Cinta itu sulit."
"Saya tidak cukup menarik untuk dicintai."
"Hubungan saya pasti akan gagal."
Jika Anda memiliki pola pikir seperti ini, tanpa sadar Anda akan bertindak dengan cara yang justru menjauhkan dari hubungan yang sehat.
Kabar baiknya? Pola pikir bisa diubah! Mulailah dengan mengganti narasi negatif dalam pikiranmu. Percayalah bahwa Anda layak dicintai dan hubungan yang sehat itu mungkin.
Pernah dengar istilah self-fulfilling prophecy? Ini adalah fenomena ketika keyakinan seseorang tentang sesuatu akhirnya menjadi kenyataan karena tindakan mereka sendiri.
Misalnya, jika Anda pergi kencan dengan pikiran, "Pasti bakal canggung," kemungkinan besar Anda akan bersikap tegang dan kurang menikmati momen tersebut. Akibatnya? Kencanmu memang benar-benar terasa canggung!
Sebaliknya, kalau Anda memasuki sebuah hubungan dengan sikap positif dan percaya diri, energi itu akan terpancar dan menarik orang-orang yang juga memiliki vibe yang sama.
Jadi, kalau selama ini kencan Anda selalu berakhir buruk, coba ubah ekspektasi. Jangan langsung pesimis—anggap setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk mengenal orang baru tanpa tekanan.
Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah siap untuk hubungan yang serius, tapi apakah Anda benar-benar terbuka untuk itu? Banyak orang secara tidak sadar membangun tembok emosional yang menghalangi mereka untuk menjalin hubungan yang dalam. Misalnya:
Takut terbuka dan rentan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
