
Terdapat penjelasan psikologi seseorang yang tak kunjung balas chat WA. (freepik)
JawaPos.com - Memasuki bulan Ramadhan, biasanya grup chat WA teman masa lalu di media sosial mulai kembali aktif mengajak untuk buka bersama. Tak semua ikut nimbrung dalam obrolan di grup itu.
Banyak di antara mereka cuma jadi silent reader di grup itu meski mereka selalu online. Mungkin sesekali kasih emoji, tapi jarang banget ikut ngobrol. Kenapa, sih?
Ternyata, ada alasan psikologis di balik kebiasaan ini. Bukan cuma karena pemalu atau malas, tapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi orang jarang ikut nimbrung dalam obrolan di chat grup saat merencanakan buka bersama.
Berikut ini delapan alasannya, dikutip dari News Reports, Minggu (2/4) dengan konteks yang sudah disesuaikan.
1. Terlalu Banyak Overthinking
Ada orang yang sebelum mengirim pesan, sudah kebanyakan mikir: "Kalau aku bilang ini, bakal ada yang bales nggak?", "Jangan-jangan terdengar aneh?", "Apa mereka bakal paham maksudku?".
Akhirnya, karena kebanyakan mikir, mereka nggak jadi ngomong sama sekali di chat grup. Bagi mereka ini, lebih aman diam daripada salah bicara.
2. Merasa Komentarnya Tak Penting
Beberapa orang diam di grup bukan karena nggak tertarik untuk bertemu kembali sambil bukber, tapi mereka merasa apa yang mau mereka katakan nggak akan memberi pengaruh apa-apa.
Misalnya, saat obrolan lagi seru, mereka mikir, "Ah, kalau aku nimbrung, nggak ada yang peduli juga," atau "Momen buat ngomong ini sudah lewat."
Akhirnya, mereka memilih untuk diam dan membiarkan obrolan berjalan tanpa mereka.
3. Takut Dinilai Negatif
Bagi sebagian orang, mengirim pesan di grup itu berisiko. Ada ketakutan kalau apa yang mereka katakan bakal dianggap nggak nyambung, kurang lucu, atau malah bikin canggung.
Jadi, daripada merasa malu atau diabaikan, mereka memilih untuk tetap diam dan mengamati saja.
4. Merasa Kurang Nyambung dengan Grup

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
