
seseorang yang selalu memeriksa penampilan diri./Freepik/thanyakij-12
JawaPos.com - Hampir semua orang pernah secara refleks menoleh ke cermin saat melintas di depannya.
Namun, bagaimana jika dorongan itu terasa tidak bisa ditahan? Bagaimana jika setiap cermin—di rumah, lift, etalase toko, hingga layar ponsel—menjadi pemicu untuk mengecek wajah, rambut, atau tubuh Anda?
Dalam psikologi, kebiasaan ini bukan sekadar soal suka berdandan atau menjaga penampilan. Pada sebagian orang, perilaku tersebut bisa menjadi sinyal dari kecemasan yang lebih dalam.
Dilansir dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat sembilan jenis kecemasan yang menurut psikologi sering dikaitkan dengan kebiasaan tidak bisa melewati cermin tanpa memeriksa diri.
1. Kecemasan terhadap Penilaian Sosial
Salah satu penyebab paling umum adalah fear of negative evaluation, yaitu ketakutan akan dinilai buruk oleh orang lain. Individu dengan kecemasan ini sering merasa bahwa penampilan mereka akan langsung menjadi bahan penilaian sosial.
Cermin menjadi alat “pengecekan terakhir” untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa memicu kritik, ejekan, atau penolakan dari lingkungan.
2. Kecemasan Perfeksionisme
Perfeksionisme tidak selalu terlihat ambisius; sering kali ia tersembunyi dalam detail kecil seperti rambut yang “kurang rapi” atau pakaian yang “tidak jatuh sempurna”.
Orang dengan kecemasan perfeksionistik merasa tidak pernah cukup baik, sehingga cermin menjadi sarana untuk terus memperbaiki hal-hal yang sebenarnya tidak disadari orang lain.
3. Kecemasan Citra Tubuh (Body Image Anxiety)
Kecemasan ini muncul ketika seseorang memiliki hubungan yang tegang dengan tubuhnya sendiri. Mereka cenderung fokus pada kekurangan fisik, bahkan yang sangat kecil atau sebenarnya tidak nyata.
Dalam kondisi ini, cermin tidak lagi netral—ia berubah menjadi hakim yang terus mengonfirmasi ketidakpuasan terhadap diri.
4. Kecemasan Akan Kehilangan Kendali
Bagi sebagian orang, mengecek penampilan adalah cara untuk merasa “memegang kendali”. Saat hidup terasa kacau—pekerjaan, relasi, atau emosi—penampilan menjadi satu hal yang bisa dikontrol.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
