
ilustrasi perempuan yang diam-diam kehilangan kebahagiaan hidup menurut psikologi (Geediitng)
JawaPos.com - Pernah bertemu seseorang yang awalnya ramah, bahkan menyenangkan, tetapi perlahan menjauh begitu hubungan mulai terasa akrab? Seolah ada “dinding tak terlihat” yang muncul setiap kali kedekatan emosional mulai terbangun.
Dikutip dari laman Geediting, Rabu (24/12), perilaku ini bukan terjadi tanpa alasan. Dalam psikologi, orang yang cenderung mendorong orang lain menjauh biasanya memiliki pola emosional tertentu yang terbentuk dari pengalaman hidup, luka lama, atau mekanisme perlindungan diri.
Berikut sembilan sifat yang kerap muncul pada orang-orang yang menjauh sebelum hubungan menjadi terlalu dekat.
Bagi mereka, membuka perasaan terasa seperti ancaman. Saat ditanya hal personal, refleks pertama adalah bercanda, mengalihkan topik, atau menutup diri.
Kerentanan dianggap sebagai kelemahan karena di masa lalu, menunjukkan emosi sering berujung pada rasa sakit atau kekecewaan.
Orang dengan pola ini cenderung berpikir, “Pasti nanti juga mengecewakan.” Bahkan sebelum sesuatu terjadi, mereka sudah menyiapkan akhir yang buruk.
Akibatnya, keterlambatan kecil atau pesan yang lupa dibalas langsung ditafsirkan sebagai bukti bahwa orang lain tidak peduli.
Menjauh lebih dulu memberi rasa aman karena mereka merasa memegang kendali. Lebih baik pergi sebelum ditinggalkan.
Dalam psikologi, ini bukan kontrol terhadap orang lain, melainkan upaya mengontrol rasa sakit dan ketidakpastian dalam hubungan.
Masalah kepercayaan tidak hanya soal takut dikhianati, tetapi juga tidak percaya pada kemampuan diri sendiri dalam menghadapi konflik, penolakan, atau rasa kecewa.
Mereka selalu waspada, menunggu tanda-tanda bahwa hubungan akan gagal.
Kalimat seperti “Aku nggak butuh siapa-siapa” sering menjadi prinsip hidup. Sekilas terdengar kuat, tetapi sebenarnya bisa menjadi penjara emosional.
Kemandirian yang ekstrem sering lahir dari pengalaman bergantung pada orang yang tidak bisa diandalkan di masa lalu.
Saat hubungan berjalan lancar, justru muncul rasa tidak nyaman. Kebahagiaan terasa asing, sementara stabilitas terasa mencurigakan.
Tanpa sadar, mereka memicu konflik, bersikap terlalu kritis, atau menarik diri secara emosional ketika segalanya mulai membaik.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
