
Ilustrasi seseorang yang berfoto dengan anjingnya,/Freepik
JawaPos.com - Melihat foto-foto lama sering kali memicu rasa geli yang aneh, bukan hanya karena gaya rambut atau pakaian yang konyol.
Geli ini juga muncul dari barang-barang yang dulu kita anggap begitu mengesankan dan menjadi simbol kesuksesan.
Kita sempat menyimpan, memajang, bahkan membangun identitas berdasarkan benda-benda tersebut.
Bahasa kesuksesan pada tahun 90-an memiliki aturannya sendiri, dan seperti bahasa lainnya, ia telah menua dengan cara yang tidak terduga, Melansir dari Geediting.com Senin (20/10), beberapa tanda pencapaian masa itu kini terasa memaksa.
Ini justru menunjukkan Anda belum mendekorasi ulang sejak era Presiden Bill Clinton.
1. Pager Terjepit di Ikat Pinggang
Berjalan dengan pager yang terlihat di pinggul menunjukkan Anda cukup penting untuk dihubungi segera. Para dokter dan eksekutif bisnis memiliki benda ini. Pager melambangkan seseorang yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Sekarang, benda itu justru terlihat seperti lencana pegawai rumah sakit atau komitmen yang aneh pada teknologi kuno.
2. Pusat Hiburan yang Rumit
Kabinet kayu besar yang menampung TV, VCR, sistem stereo, dan koleksi CD dulunya adalah pernyataan arsitektur. Semakin besar dan berornamen, semakin baik. Ini adalah bukti Anda mampu membeli elektronik berkualitas dan memiliki ruang untuk memajangnya. Estetika hari ini justru berlawanan, di mana minimalisme berkuasa.
3. Telepon Mobil atau Ponsel Batu Bata
Tidak ada yang lebih menunjukkan "Aku sudah sampai" selain melakukan bisnis dari dalam kendaraan Anda. Ponsel awal ini mahal, tidak praktis, namun mendebarkan karena Anda hidup di masa depan, tidak terikat pada meja kerja. Ketersediaan konstan yang dulu diidamkan kini justru diharapkan.
4. Logo Desainer di Mana-mana
Merek Tommy Hilfiger di dada, Calvin Klein di saku celana, dan tas DKNY begitu populer. Era 90-an menyempurnakan budaya logo, di mana mengenakan merek yang mudah dikenali menandakan Anda memiliki pendapatan untuk mendukungnya. Branding yang mencolok kini justru terlihat tidak percaya diri, mencoba meyakinkan orang asing tentang sesuatu yang tidak mereka tanyakan.
5. Kantor Rumah Meniru Ruang Rapat Korporat
Meja kerja kayu gelap, kursi eksekutif kulit, dan lemari arsip berjejer adalah standar masa itu. Estetika kantor rumah era 90-an menyalin struktur kekuasaan tradisional dengan detail yang tidak perlu. Tampilan itu kini terasa berlebihan, apalagi ketika eksekutif sungguhan bekerja dari meja dapur hanya mengenakan hoodie.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
