Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Oktober 2025 | 01.29 WIB

Ini 8 Cara Efektif untuk Membantu Teman yang Sedang Mengalami Depresi, Menurut Psikologi

Ini 8 Cara Efektif untuk Membantu Teman yang Sedang Mengalami Depresi, Menurut Psikologin (Freepik) - Image

Ini 8 Cara Efektif untuk Membantu Teman yang Sedang Mengalami Depresi, Menurut Psikologin (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa khawatir karena melihat temanmu yang murung terus menerus, menarik diri, dan tidak lagi merawat dirinya seperti dulu? Bisa jadi mereka sedang berjuang melawan depresi. Ini bukanlah kondisi yang sepele, dan tidak bisa disembuhkan hanya dengan menunggu waktu atau kemauan sendiri.

Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa depresi adalah penyakit mental yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan perawatan yang tepat. 

Pada banyak kasus, seseorang jarang bisa pulih dari depresi tanpa bantuan profesional dan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Jadi, meskipun temanmu tidak meminta pertolongan secara langsung, bisa jadi mereka sebenarnya sangat membutuhkanmu.

Kalau kamu ingin membantu tapi tidak tahu harus mulai dari mana, berikut ini delapan cara efektif yang bisa kamu lakukan untuk mendukung temanmu yang sedang berjuang melawan depresi.

1. Ajak Bicara dengan Lembut dan Tanpa Menghakimi

Kadang, melihat teman yang diam saja tanpa mau bercerita bisa membuatmu bingung harus bagaimana. Tapi menurut Mental Health Foundation di Inggris, langkah pertama untuk membantu seseorang dengan depresi adalah mengajaknya berbicara dengan penuh empati.

Mulailah dengan pertanyaan sederhana seperti, “Apa yang sedang kamu rasakan akhir-akhir ini?” atau “Aku perhatikan kamu agak berbeda dari biasa, ada apa?” Tunjukkan kepedulian tanpa menghakimi.

Usahakan agar percakapan berlangsung dalam suasana yang santai dan aman, di mana mereka bisa terbuka tanpa merasa dihakimi. Jangan menekan mereka untuk langsung bercerita, berikan waktu, karena butuh keberanian besar untuk berbicara tentang perasaan terdalam.

Penelitian yang dilakukan oleh James Pennebaker, psikolog sosial dari University of Texas at Austin, menemukan bahwa menceritakan pikiran dan perasaan yang mengganggu dapat mempercepat proses pemulihan emosional.

2. Dengarkan dengan Empati, Bukan dengan Nasehat

Ketika temanmu akhirnya terbuka, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mendengarkan dengan tulus. Tahan keinginan untuk langsung memberi solusi. Kalimat seperti “Kamu harusnya bersyukur” atau “Jangan terlalu dipikirin” justru bisa membuat mereka merasa diremehkan.

Cobalah mengatakan, “Aku mungkin nggak bisa sepenuhnya mengerti apa yang kamu rasakan, tapi aku tahu ini pasti berat. Aku di sini kalau kamu butuh seseorang untuk dengar.”

Menurut Mental Health Foundation, validasi perasaan seperti ini bisa membuat mereka merasa diterima dan tidak sendirian.

Jika temanmu belum siap terbuka, jangan kecewa. Mereka mungkin takut membebanimu atau merasa bisa mengatasinya sendiri. Bersabarlah dan tetap tunjukkan dukungan kecil setiap hari.

3. Dukung Mereka untuk Mencari Bantuan Profesional

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore