Perempuan memang cenderung lebih berempati dan pengasih
JawaPos.com - Tak sedikit orang melakukan tes kepribadian MBTI (Myers Briggs Type Indicator). Bahkan, banyak orang mengamini tes kepribadian itu sebagai sebuah kepastian.
Padahal MBTI merupakan pseudoscience. Meski begitu, seru untuk dipelajari bersama guna memahami aneka ragam sifat manusia.
Seperti contohnya keperibadian prempuan yang kerap dianggap sulit untuk dipahami. Namun, berdasar penelitian dan survei, ternyata kecenderungan perempuan ialah bersikap empati.
Menurut data MBTI di Amerika Serikat, tipe ISFJ adalah yang paling umum ditemui. Crown Counseling menyebut sebanyak 19,4 persen di antaranya perempuan, dibandingkan hanya 8,1 persen laki-laki.
Artinya, hampir dua kali lebih banyak perempuan masuk tipe yang ramah, pengasih, dan praktis ini. Sedangkan, tipe INTJ, yang dikenal sebagai arsitek berpikir strategis hanya sekitar 0,9 persen di perempuan, berbanding dengan 3,3 persen di laki-laki
Hal ini menegaskan, adanya perbedaan distribusi antara gender dalam tipe kepribadian MBTI. Secara umum, kelompok xSFJ (tipe dengan Sensing dan Feeling) mencakup sekitar 56 persen perempuan, sedangkan tipe xNTx (Intuition-Thinking) hanya sekitar 6 persen.
Apakah Ini Refleksi Budaya?
Menariknya, sebuah studi lintas etnis yang dilakukan di Kuwait melibatkan peserta dari Mesir, India, Lebanon, dan Filipina menunjukkan, bahwa proporsi tipe kepribadian antara laki-laki dan perempuan relatif sama.
Berdasar jurnal di OpenPsychologyJournal karya Randa Diab-Bahman yang berjudul Psychological Diversity in the Workplace: Personality Types and Gender Differences within Ethnicitie menunjukkan, bahwa bias gender dalam MBTI mungkin bukan universal dan bisa dipengaruhi konteks budaya atau metodologi survei.
Lalu, studi tentang Emotional Intelligence (EI) menunjukkan, bahwa perempuan secara rata-rata memiliki kemampuan empati dan pengenalan emosi lebih tinggi dibanding laki-laki.
Skor ini mendukung kecenderungan MBTI seperti Feeling dan Agreeableness yang lebih dominan pada Perempuan. Terutama dalam konteks hubungan interpersonal.
MBTI Populer, Tapi…
MBTI dirancang oleh Katharine Briggs dan Isabel Myers sebagai 'indicator,' bukan tes ilmiah mutlak. Uji reliabilitasnya dipertanyakan karena berbasis self-report.
Sehingga, membuatnya lebih cocok sebagai alat refleksi diri, bukan penentu objektif. MBTI dan kecenderungan distribusi antar gender memberikan wawasan menarik:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
