Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 02.48 WIB

5 Ciri Bahasa Tubuh yang Halus Ini Menandakan Rendahnya Kepercayaan Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang kurang percaya diri. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam hal kepercayaan, ada lebih dari yang terlihat. Ini bukan hanya tentang kata-kata, ini juga tentang bagaimana orang membawa diri mereka sendiri. Psikolog menunjukkan bahwa ciri-ciri bahasa tubuh halus tertentu bisa menjadi tanda bahaya besar yang menandakan rendahnya kepercayaan.

Membaca bahasa tubuh bukanlah ilmu pasti, tetapi dapat memberi Anda gambaran yang cukup bagus tentang niat seseorang.

Dan hei, siapa yang tidak ingin tahu sebelum menyerahkan kepercayaan mereka ke tangan yang salah? Jadi, mari selami.

Dikutip dari geediting pada Sabtu (2/8), berikut adalah tujuh ciri bahasa tubuh halus yang menurut para psikolog mungkin mengindikasikan rendahnya kepercayaan. Siap menjadi pendeteksi kebohongan manusia?

1) Kontak mata yang tidak konsisten

Kontak mata adalah bisnis yang rumit. Terlalu banyak bisa dianggap menyeramkan, sementara terlalu sedikit bisa dilihat sebagai tanda ketidaktertarikan atau rasa tidak hormat. Namun menurut para psikolog, kontak mata yang tidak konsisten bisa menjadi sinyal halus dari rendahnya kepercayaan.

Mari selami ilmu di baliknya. Ketika orang percaya pada apa yang mereka katakan, mereka cenderung mempertahankan kontak mata yang stabil. Di sisi lain, mereka yang menyembunyikan sesuatu atau mereka yang merasa tidak nyaman dengan pesannya mungkin tidak konsisten dengan pandangannya.

Mereka yang tidak dapat melakukan kontak mata dengan stabil mungkin hanya memiliki sesuatu dalam 'jiwa' mereka yang tidak ingin Anda lihat. Perlu diingat bahwa ini bukan hal yang bodoh

2) Bahasa tubuh tertutup

Bahasa tubuh tertutup adalah tanda halus lain yang diperingatkan oleh para psikolog. Ini bisa termasuk lengan bersilang, bahu bungkuk, atau kurangnya gerakan tangan terbuka. Saya ingat suatu kali, saya sedang rapat dengan calon klien.

Sesuatu terasa tidak enak. Dia menyilangkan tangannya erat-erat di atas dadanya dan jarang membuat gerakan tangan terbuka. Saya menepisnya pada saat itu, berpikir mungkin dia hanya kedinginan.

Tetapi ketika hubungan bisnis kami berkembang, saya menemukan bahwa firasat awal saya benar; dia tidak dapat dipercaya seperti saat pertama kali muncul. Tindakan sering kali berbicara lebih keras daripada kata-kata, dan bahasa tubuh dapat memberi kita wawasan tentang niat sebenarnya seseorang.

Jadi, jika seseorang cenderung menampilkan bahasa tubuh tertutup secara teratur, mungkin ada baiknya untuk memperhatikan kepercayaan mereka.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore