Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 04.57 WIB

Menurut Psikologi, Ini Kebiasaan yang Terlihat Biasa Tapi Sebenarnya Bisa Merusak Diri Sendiri Perlahan-Lahan

Menurut Psikologi, Ini Kebiasaan yang Terlihat Biasa Tapi Sebenarnya Bisa Merusak Diri Sendiri Perlahan-Lahan (Freepik)


JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sudah melakukan semua hal dengan benar, tapi tetap saja merasa hampa, lelah, atau bahkan kehilangan arah?

Bisa jadi, tanpa sadar kamu sedang menyakiti diri sendiri dalam bentuk yang halus, bukan luka atau goresan, melainkan lewat kebiasaan sehari-hari yang kamu anggap “wajar”.

Menurut kanal psikologi populer Psych2Go, self harm tidak selalu tampak dalam bentuk fisik. Ada banyak bentuk lain yang jauh lebih tersembunyi, bahkan kerap dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Padahal, bila dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa sangat merusak, baik untuk tubuh maupun jiwa.

1. Terlalu Produktif Sampai Lupa Istirahat: Bekerja keras itu baik, tapi jika kamu melakukannya untuk menghindari rasa kesepian, luka, atau emosi yang belum selesai, hati-hati. Terus-menerus sibuk bisa jadi bentuk pelarian dari hal-hal yang seharusnya kamu hadapi. Kamu jadi lupa makan, kurang tidur, cepat marah, dan merasa tidak pernah cukup. Padahal, tubuhmu butuh istirahat bukan sebagai hadiah, tapi sebagai hak.

2. Menghibur Diri dengan Makanan atau Menghindarinya Sama Sekali: Ketika kamu stres lalu makan berlebihan tanpa sadar, atau justru tidak makan karena merasa tidak ada yang pantas diserap tubuh, itu bukan hal sepele. Itu bisa jadi bentuk hukuman pada diri sendiri yang tak disadari. Cobalah sadari pola itu dan mulai rawat tubuhmu seperti kamu merawat sahabat terbaikmu.

3. Pikiran Negatif yang Terus Dipelihara: "Kayaknya aku memang gagal terus", "Aku nggak pantas dapat yang baik." Kalau kalimat-kalimat seperti ini muncul terlalu sering di kepala, hati-hati. Itu bisa mengakar dan membentuk persepsi palsu tentang dirimu sendiri. Padahal, kamu lebih kuat dari yang kamu kira. Setiap orang berhak gagal, dan setiap kegagalan bukan akhir dari segalanya.

4. Hubungan Seksual yang Tidak Aman atau Penuh Penyesalan: Menggunakan seks sebagai pelarian, untuk merasa dicintai atau dihargai, bisa jadi merusak jiwamu perlahan. Ketika hubungan itu tidak memberikan koneksi, tapi justru membuatmu merasa makin kosong dan dipakai, itu adalah tanda untuk berhenti sejenak dan merenung. Kamu berharga, bahkan tanpa validasi dari siapapun.

5. Alkohol dan Zat untuk Menenangkan Diri: Minum alkohol atau menggunakan zat lain untuk menghilangkan beban bisa terasa seperti “pelarian cepat”. Tapi ketika efeknya habis, yang tersisa hanya rasa cemas, sesal, bahkan rasa bersalah yang lebih besar. Hidup bukan untuk terus ditumpuk dengan beban tak selesai. Minta bantuan bukan kelemahan, tapi bentuk keberanian.

Setiap orang punya cara menghadapi luka. Tapi penting untuk tahu, tidak semua cara itu sehat. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak "biasa" bisa jadi bentuk self harm tersembunyi. Dan kamu tidak harus terus terjebak di dalamnya. 

Ingatlah, kamu layak untuk pulih, untuk beristirahat, dan untuk merasakan hidup sepenuhnya, bukan sekadar menjalaninya. Mulailah dari langkah kecil hari ini, karena semua perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kecil untuk berubah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore