
ILUSTRASI: Kurir pengiriman paket. (Pexels)
Di era belanja online, kurir paket dan driver ojek online menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, di balik kemudahan itu, tak jarang muncul keluhan yang berujung pada perlakuan tidak pantas terhadap para pekerja lapangan ini. Certified Self Growth & Communication Coach Anelies Praramadhani menekankan pentingnya etika dan empati dalam interaksi konsumen dan pekerja layanan digital.
Belakangan ini, media sosial dan pemberitaan diramaikan oleh kasus konsumen yang menganiaya kurir paket dan driver online. Penyebabnya sepele: paket tidak sesuai hingga keterlambatan pengantaran. Menurut Anelies seharusnya konsumen bisa bersikap lebih bijak dan berempati.
"Etika kita sebagai konsumen terhadap driver atau kurir itu yang utama adalah empati dan memanusiakan manusia," tegas Anelies. Ia mengingatkan, para pekerja lapangan ini menjalankan tugas berat, mulai dari menghadapi cuaca ekstrem, dikejar target waktu, hingga harus menghadapi emosi konsumen atas hal yang bahkan di luar kendali mereka.
Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kurir dan driver hanya bertugas mengantar barang, bukan sebagai penjual, bukan pula pihak yang merancang sistem pengiriman. "Jangan salah alamat saat marah atau kecewa," katanya.
Lalu, bagaimana jika konsumen memang merasa kecewa atau mengalami kendala? Keluhan tetap boleh disampaikan. Namun, harus dengan cara yang profesional dan manusiawi. “Sampaikan dengan kata-kata netral, sopan, dan fokus pada solusi. Misalnya: ‘Mohon maaf, ini paketnya tidak sesuai, bisa dibantu solusinya?’ Jangan langsung meledak-ledak," ucapnya mencontohkan.
Ketika penyampaian dilakukan dengan tenang, biasanya kurir juga bisa membantu mencarikan solusi, seperti menyarankan konsumen menghubungi customer service atau bantu melaporkan ke pihak terkait. "Ingat, reaksi kita mencerminkan kedewasaan dalam bersikap," imbuh Anelies.
Kenali batas antara komplain dan sikap semena-mena. Komplain bisa dianggap melewati batas jika konsumen mulai menyalahkan kurir untuk hal yang bukan jobdesk-nya, apalagi sampai memaki atau bahkan melakukan kekerasan fisik. "Itu bukan lagi komplain, tapi pelanggaran hukum," tegas Anelies.
Menurut dia, memanusiakan pekerja lapangan seperti driver dan kurir adalah wujud empati dasar. Mereka bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga sebagaimana pekerja lain. “Kita tentu tidak ingin diperlakukan tidak sopan dalam bekerja, begitu juga mereka. Mereka punya hak yang sama untuk dihargai," ujarnya.
Di sisi lain, Anelies juga menyarankan para kurir dan driver untuk tetap tenang dan profesional saat menghadapi komplain. Hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen, lalu bantu mencari solusi.
“Jangan langsung defensif atau membentak balik. Respons seperti ‘Saya cuma kurir, bukan urusan saya!’ itu justru bisa memperkeruh suasana,” ujarnya. Sikap saling emosi hanya akan memperbesar risiko konflik bahkan adu fisik yang akan merugikan kedua belah pihak.
Jika konsumen sudah mulai bersikap kasar atau emosional, kurir disarankan tetap tenang dan mengatur emosi diri. “Fokus saja pada regulasi diri. Jangan terpancing. Kalau sampai terjadi kekerasan, kurir juga punya hak untuk melapor,” tegas Anelies.
Dalam era serbacepat ini, konsumen memang punya hak untuk menyampaikan keluhan. Namun, Anelies mengingatkan bahwa hak tersebut bukan alasan untuk bertindak semena-mena. Justru, semakin tinggi kesadaran etika masyarakat dalam menyikapi pelayanan, semakin sehat pula ekosistem jasa pengantaran dan transportasi.
"Jadilah konsumen yang beretika. Jangan cuma menuntut pelayanan prima, tapi juga berikan perlakuan yang manusiawi kepada mereka yang bekerja melayani kita," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
