Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 22.39 WIB

7 Tanda Orang Krisis Finansial Tapi Tak Mau Mengakui Kata Psikologi, Apakah Ada Orang Demikian Disekitar Kamu?

Tanda mengalami krisis finansial tapi tak mau mengakui menurut Psikologi./Freepik/freepik

JawaPos.com – Ketika seseorang menghadapi krisis finansial, sering kali mereka enggan mengakui situasinya, bahkan kepada orang terdekat.

Menurut psikologi, ada tanda tertentu yang menunjukkan kondisi ini, meskipun mereka berusaha menyembunyikannya.

Tanda ini biasanya muncul dari perilaku sehari-hari yang mencerminkan tekanan batin atau upaya mempertahankan citra di mata orang lain.

Menyadari hal tersebut bisa membantu memahami dan mendukung mereka yang sedang berjuang di tengan krisis finansial.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (24/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh tanda yang menunjukkan seseorang sedang mengalami krisis finansial namun mereka tidak mau mengakui menurut Psikologi.

  1. Menghindari pembayaran bersama

Seringkali dalam situasi pembayaran bersama, ada seseorang yang selalu mencari cara untuk menghindari membayar bagiannya. Orang tersebut mungkin beralasan lupa membawa dompet, tiba-tiba menghilang saat waktu pembayaran tiba, atau dengan antusias menawarkan diri menghitung bagian masing-masing sambil secara misterius mengecualikan bagiannya sendiri.

Perilaku ini bukanlah tentang pelit atau pelupa, melainkan bisa jadi merupakan tanda bahwa mereka sedang mengalami kesulitan keuangan namun enggan mengakuinya. Tawa canggung atau senyum malu yang menyertai perilaku ini mungkin adalah sinyal tersembunyi dari permintaan tolong.

  1. Menjadi orang rumahan

Perubahan drastis dari seseorang yang biasanya aktif bersosialisasi di luar menjadi lebih suka berdiam diri di rumah bisa menjadi indikator masalah keuangan. Mereka mulai menolak undangan keluar, lebih memilih mengadakan acara potluck di rumah daripada makan di restoran, atau menonton film di rumah ketimbang pergi ke bioskop.

Ini bukan sekadar tentang menjadi anti-sosial, tapi lebih kepada upaya menghindari pengeluaran yang terkait dengan aktivitas bersosialisasi. Mereka mungkin masih ingin bergaul, namun kondisi keuangan memaksa mereka membatasi aktivitas yang membutuhkan biaya.

  1. Terlalu fokus pada harga

Seseorang yang mulai terobsesi dengan harga barang-barang sederhana mungkin sedang mengalami tekanan finansial. Mereka bisa menghabiskan waktu lama membandingkan harga di supermarket atau mempermasalahkan harga secangkir kopi yang relatif murah.

Penelitian dari Universitas Cambridge menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami tekanan finansial cenderung mengalami stres lebih tinggi saat menghadapi keputusan pengeluaran, sekecil apapun nominalnya. Kepekaan berlebihan terhadap harga ini bisa menjadi tanda halus dari pergulatan finansial yang tidak terucapkan.

  1. Pakaian yang tidak pernah berganti

Ketika seseorang tidak pernah memperbarui lemari pakaiannya dalam waktu lama, ini mungkin lebih dari sekadar pilihan gaya. Meskipun beberapa orang memang memilih gaya minimalis dalam berpakaian, namun tidak adanya item baru sama sekali dalam jangka waktu panjang bisa mengindikasikan penghematan pada pengeluaran non-esensial.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore