Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 02.46 WIB

9 Ciri Orang yang Pura-pura Kaya Tapi Sebenarnya Sedang Berjuang Bertahan Hidup Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ciri pura-pura kaya tapi sebenarnya sedang bertahan hidup menurut psikologi. (Freepik/ prostooleh) - Image

Ciri pura-pura kaya tapi sebenarnya sedang bertahan hidup menurut psikologi. (Freepik/ prostooleh)

JawaPos.com – Fenomena pura-pura kaya sering terjadi di masyarakat, terutama di era media sosial yang mendorong citra sempurna. Psikologi mengidentifikasi sejumlah ciri khas pada individu yang mungkin terlihat mewah, tetapi sebenarnya sedang berjuang keras untuk bertahan hidup.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (17/6), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri orang yang berpura-pura kaya tapi sebenarnya sedang berjuang bertahan hidup menurut Psikologi.

  1. Perilaku berlebihan

Orang-orang yang berpura-pura kaya seringkali menunjukkan perilaku berlebihan dalam memamerkan “kekayaan” mereka. Mereka terobsesi membicarakan pembelian barang mewah dan selalu menyisipkan nama merek terkenal dalam percakapan.

Media sosial mereka dipenuhi dengan unggahan tentang gaya hidup mewah yang sebenarnya hanya ilusi. Hal yang menarik, mereka jarang sekali membahas tentang menabung atau perencanaan keuangan, karena fokus mereka hanya pada pengeluaran untuk barang-barang yang dianggap simbol status.

  1. Ketakutan tertinggal

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sangat kental terlihat pada mereka yang berpura-pura kaya namun sebenarnya kesulitan finansial. Mereka merasa harus hadir di setiap acara penting, mengunjungi restoran baru, dan mengikuti setiap tren terkini tanpa mempedulikan biaya.

Kebutuhan untuk selalu terlihat di tempat-tempat eksklusif ini seringkali membuat mereka terjebak dalam utang yang signifikan. Rasa takut dianggap ketinggalan atau kurang sukses membuat mereka rela mengorbankan kesehatan finansial mereka demi menjaga penampilan.

  1. Kemurahan hati yang dibuat-buat

Sikap royal saat membayar tagihan makan bersama atau memberikan hadiah mewah kepada teman-teman menjadi cara mereka meyakinkan orang lain tentang kondisi finansial mereka.

Padahal di balik kemurahan hati yang terkesan berlebihan ini, tersimpan berbagai tagihan yang belum dibayar dan utang yang menumpuk.

Tindakan kedermawanan ini sebenarnya hanya topeng untuk menutupi kesulitan keuangan mereka. Perilaku ini menjadi semacam investasi sosial untuk mempertahankan citra kaya mereka di mata publik.

  1. Tekanan keuangan yang tidak sehat

Dibalik gemerlap kehidupan yang mereka tampilkan, sebenarnya mereka mengalami tekanan finansial yang luar biasa berat. Kecemasan akan tagihan, ketakutan akan debt collector, dan kekhawatiran identitas asli mereka terbongkar membuat mereka sering mengalami gangguan tidur.

Tingkat stres yang tinggi ini seringkali mempengaruhi kesehatan mental mereka, membuat mereka mudah tersinggung dan gelisah. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan antara kebutuhan mempertahankan citra dan realitas finansial yang semakin memburuk.

  1. Masalah harga diri

Banyak orang yang berpura-pura kaya sebenarnya sedang berjuang dengan masalah harga diri yang mendalam. Mereka meyakini bahwa penampilan kaya akan membuat mereka lebih dihargai dan diterima dalam lingkungan sosial.

Kebutuhan akan pengakuan ini membuat mereka rela mengorbankan kesejahteraan finansial demi mempertahankan citra palsu. Perilaku ini sebenarnya berakar dari rasa tidak aman dan ketidakmampuan menerima kondisi keuangan mereka yang sebenarnya.

  1. Ketergantungan kartu kredit

Gaya hidup mereka sangat bergantung pada berbagai fasilitas kredit dan pinjaman. Mereka biasanya memiliki beberapa kartu kredit yang selalu digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah mereka.

Pembenaran atas setiap pembelian selalu ada, seperti “kesempatan sekali seumur hidup” atau “aku pantas mendapatkannya”. Siklus pembelian dan pembayaran utang ini menciptakan tekanan mental yang konstan dalam kehidupan mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore