Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 03.18 WIB

5 Cara Menghadapi Orang Suka Flexing yang Omongannya Tinggi Terus: Terbukti Ampuh Tanpa Bikin Anda Stres Berat

Ilustrasi seseorang yang gemar flexing atau pamer kekayaan. /(Freepik/wayhomestudio) - Image

Ilustrasi seseorang yang gemar flexing atau pamer kekayaan. /(Freepik/wayhomestudio)

JawaPos.com – Pernah merasa lelah batin setiap kali bertemu atau melihat seseorang yang hobi pamer kekayaan dan pencapaian? Mereka seolah tak pernah lelah menyebutkan merek barang mahal atau koneksi elit yang dimiliki.

Flexing—atau perilaku pamer secara berlebihan—sering kali membuat orang lain merasa tidak nyaman, minder, bahkan sampai stres. Padahal, di balik sikap percaya diri yang mereka tampilkan, para pelaku flexing justru kerap menyimpan masalah harga diri dan rasa aman yang rendah.

Melansir Voi, Senin (26/5), psikolog sosial dari Universitas Indonesia, Dicky C. Pelupessy, Ph.D., menyebutkan bahwa perilaku flexing biasanya berasal dari keinginan untuk mencari pengakuan eksternal akibat rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri.

Mereka menjadikan barang mewah dan pencapaian sebagai bentuk kompensasi agar merasa lebih bernilai. Untuk itu, penting bagi kita untuk tidak terbawa emosi dan menjaga kesehatan mental saat menghadapi orang semacam ini.

Alih-alih ikut tertekan, Anda justru bisa menyikapinya dengan lebih cerdas. Dilansir dari laman Succeed Socially, Senin (26/5), berikut lima cara efektif menghadapi orang yang suka flexing dengan omongan tinggi, tanpa harus membuat diri sendiri stres.

1. Tetap Tenang dan Percaya Diri

Jangan pernah membandingkan diri Anda dengan standar hidup orang lain, apalagi yang hanya disampaikan lewat perilaku pamer. Sikap paling penting adalah tetap fokus pada diri sendiri.

Ketika Anda merasa yakin dengan apa yang Anda miliki, perkataan mereka tidak akan punya kekuatan untuk mengganggu Anda. Ingat, nilai diri Anda tidak ditentukan oleh validasi eksternal.

2. Validasi Mereka Secukupnya, Lalu Alihkan Pembicaraan

Menghadapi orang yang suka flexing bukan berarti Anda harus memotong pembicaraan secara kasar. Beri validasi singkat, seperti, “wah, keren juga ya,” lalu arahkan pembicaraan ke topik lain.

Anda bisa menyisipkan pertanyaan yang membuka topik baru, misalnya, “Anda sudah dengar belum soal film animasi Indonesia yang viral itu?” Dengan cara ini, Anda tetap sopan sekaligus mengontrol arah obrolan.

3. Gunakan Humor atau Sarkasme sebagai Perisai

Daripada membalas dengan ketegangan atau sindiran frontal, respons humoris justru lebih efektif. Humor bisa menjadi tameng yang membuat Anda tetap rileks dan tidak larut dalam atmosfer persaingan.

Misalnya, ketika mereka membahas mobil mahalnya, Anda bisa menanggapi dengan, “Wih, mobilnya mewah banget! Tapi kalau isinya tetap pertalite, tetep deg-degan juga kali ya?”

4. Tetapkan Batasan dan Jaga Jarak

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore